Sosok Berlatar Belakang Militer Juga Punya Kans Dampingi Jokowi

Jum'at, 26 Januari 2018 - 16:27 WIB
Sosok Berlatar Belakang...
Sosok Berlatar Belakang Militer Juga Punya Kans Dampingi Jokowi
A A A
JAKARTA - Isu mengenai sosok yang berpeluang calon pendamping Joko Widodo pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 terus bergulir.

Tidak hanya dari kalangan lain, sosok yang memiliki latar belakang militer dinilai juga berpeluang menjadi pendamping Jokowi pada 2019. Salah satunya sosok mantan Panglima TNI Jenderal Purn Moeldoko.

Ketua Umum Jokowi Mania Nusantara (Joman), Imanuel Ebenezer mengatakan, kriteria terpenting untuk cawapres pendamping Jokowi, yakni harus ideal. Pihaknya tidak mempermasalahkan dari kalangan militer atau non militer.

"Ideal bagaimana? Sosok yang ideal menurut kami adalah tidak memiliki beban masa lalu, tidak memiliki masalah hukum, apalagi tersangkut masalah korupsi dan wajib mempunyai totalitas dan loyalitas. Selanjutnya, sosok pendamping harus mampu mengikuti ritme kerja Jokowi," kata Imanuel.

Hal itu diungkap Imanuel dalam diskusi yang digelar Simpatisan Jokowi Mania Nusantara (Joman) yang mengangkat tema Mencari Cawapres Pendamping Jokowi, di Jakarta, Kamis 26 Januari 2018..

Dia melihat, Jokowi butuh pendamping yang dikehendaki oleh rakyat. Sosok seperti Moeldoko berlatar belakang militer dan tidak mempunyai riwayat buruk juga sangat berpeluang mendampingi Jokowi.

"Namun nama-nama lain mempunyai peluang yang sama besarnya untuk cawapres pendamping Jokowi 2019," katanya.

Ini bukan pertama kalinya nama muncul dalam bursa cawapres. Sebelumnya, Indopolling Network Jakarta juga sempat mencuatkan nama Moeldoko.

Direktur Indopolling Network Jakarta, Wempy Hadir menilai, figur dari kalangan militer yang tidak asing lagi bagi publik, yakni Moeldoko.

"Sosok Moeldoko bagi saya adalah figur yang layak untuk pertimbangkan menjadi cawapres Jokowi," jelasnya.

Wempy menuturkan, konstelasi politik masih sangat "cair". Jika Moeldoko memang berkeinginan u maju pada pertarungan pilpres yang akan datang, maka perlu mendesain langkah-langkah yang strategis dalam rangka menggalang dukungan publik.

"Jika dukungan publik positif maka memuluskan langkah Moeldoko di 2019 . Jika tidak maka Moeldoko ketinggalan momentum untuk bertarung pada pilpres 2019 nanti," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved