Respons AHY Soal Elektabilitas Dirinya sebagai Cawapres

Selasa, 28 November 2017 - 09:28 WIB
Respons AHY Soal Elektabilitas...
Respons AHY Soal Elektabilitas Dirinya sebagai Cawapres
A A A
JAKARTA - Nama Direktur The Yudhoyono Institute Agus Hatimurti Yudhoyono (AHY) berada di urutan kedua sebagai calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi) setelah Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019 menurut survei Poltracking.

Dari hasil simulasi cawapres Jokowi, Gatot menempati posisi teratas dengan 16,4 persen, sedangkan Agus menempel ketat di posisi kedua dengan 16 persen.

Saat dikonfirmasi, AHY menyatakan, tidak mau berandai-andai Jokowi akan memilihnya sebagai pendamping. AHY mengaku bakal terus terjun ke masyarakat untuk menyiapkan diri tanpa memerhatikan hasil survei tersebut.

"Saya ingin terus mempersiapkan diri dengan baik. Saya tidak ingin terperangkap dengan survei. Survei bisa saja benar, tapi juga saya lebih fokus pada upaya untuk lebih mengenal masyarakat Indonesia secara keseluruhan," ucapnya dalam siaran pers, Selasa (28/11/2017).

Tidak hanya terjun ke masyarakat, AHY menuturkan akan terus berkomunikasi dan sowan dengan para tokoh bangsa dan elite politik nasional untuk meminta serta menyerap masukan sebagai modal menjadi pemimpin.

"Banyak hal yang perlu saya dalami lagi dan tentu saya berkomunikasi dengan berbagai pihak termasuk berbagai elite politik nasional," tukasnya.

Sementara Fraksi Partai Demokrat mengundang Direktur The Yudhoyono Institute Agus Hatimurti Yudhoyono (AHY) dalam Seminar Nasional Generasi Milenial.

Acara ini bertujuan memberikan ruang bagi AHY untuk menyampaikan gagasannya terkait cara membentuk generasi milenial yang unggul, sekaligus menunjukkan diri sebagai calon pemimpin masa depan.

Selain AHY, hadir pula sebagai pembicara, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Anggota Komisi X Muslim dan Wakil Ketua Umum KADIN Rico Rustombi.

Anggota Komisi X dari Fraksi Partai Demokrat Putu Supadma Rudana mengajak kepada fraksi-fraksi partai untuk mengundang AHY jika menilainya sebagai calon pemimpin muda potensial bagi Indonesia.

"Kenapa enggak fraksi lain mengundang tokoh ini? Bisa saja. Bisa saja fraksi lain mengundang AHY karena kita kan AHY bukan bagian dari Demokrat. Beliau tokoh muda bangsa," kata Putu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Putu meyakini, putra sulung Presiden RI ke-6 itu siap untuk memimpin Indonesia apabila bangsa dan negara membutuhkan. Oleh karenanya, fraksi partai diharapkan mengundang AHY agar mendengar gagasan dan visinya sebagai calon pemimpin.

"Mungkin 2019 ada tokoh yang enggak bisa untuk maju. Tapi AHY kalau panggilan sejarah, panggilan bangsa, dan negara, beliau siap untuk memimpin," terangnya.
(maf)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Infografis
Respons Donald Trump...
Respons Donald Trump usai Gambarnya sebagai Paus Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved