Jusuf Kalla: Pendamping Ideal Jokowi Adalah Tokoh Religius

Jum'at, 17 November 2017 - 10:30 WIB
Jusuf Kalla: Pendamping...
Jusuf Kalla: Pendamping Ideal Jokowi Adalah Tokoh Religius
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mulai berbicara soal figur yang tepat mendampingi Joko Widodo (Jokowi) saat maju sebagai calon presiden pada 2019. Salah satu kriteria ideal pendamping Jokowi adalah seorang tokoh religius.
Pertimbangan tersebut didasarkan pada fakta bahwa Jokowi berlatar belakang nasionalis. JK menekankan, calon wakil presiden (cawapres) yang dipilih harus figur yang punya latar belakang berbeda dengan Jokowi. "Misalnya kalau presiden dari Jawa, maka wakilnya harus berasal dari luar Jawa. Dan, secara logika, penduduk Jawa berjumlah 60% sehingga Jokowi akan lebih mudah menang di wilayah Jawa," ujar JK saat menghadiri Rakernas Partai NasDem di Jakarta, Kamis (16/11/2017).
Dengan kombinasi berbeda seperti itu seorang calon presiden akan mendapatkan cakupan pemilih yang lebih luas. "Juga kalau presidennya politisi, biasanya wakilnya harus teknokrat. Ini bisa dilihat agar cakupan pemilihnya luas. Itu yang penting," kata tokoh yang dua kali menjabat wapres ini.
Sejauh ini sudah empat partai politik yang mendeklarasikan Jokowi sebagai capres untuk Pemilu Presiden 2019. Terakhir, deklarasi dilakukan Partai NasDem melalui Rapat Kerja Nasional IV yang digelar di Jakarta. Sebelumnya, deklarasi dukungan untuk Jokowi datang Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Hanura. Namun, hingga kini belum ada yang menyebutkan siapa cawapres yang akan dipasangkan dengan Jokowi, sementara JK sudah menegaskan untuk tidak akan maju lagi dalam pilpres mendatang. "Orang tanya, apakah Pak JK mau jadi cawapres 2019. Saya jawab, saya mau istirahat," kata JK.
JK juga tidak menampik bahwa nanti akan ada kecenderungan masyarakat melihat kesamaan cawapres dengan dirinya. Karena itu, akan lebih baik jika sosok tersebut mulai dimunculkan. "Kalau soal namanya siapa, itu tentunya tergantung partai pendukung juga," ucapnya.
Salah satu tokoh yang belakangan ini disebut-sebut tepat mendampingi Jokowi adalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurman tyo. Nama Gatot termasuk diusulkan oleh pengurus Partai NasDem. Salah satu pertimbangannya Gatot dinilai dekat dengan kalangan Islam.
Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh mengaku sudah melihat beberapa nama sebagai jagoan untuk mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019. Namun, dia tidak mau secara gamblang menyebut siapa nama-nama itu. "Kita menominasikan sejumlah tokoh yang kita anggap punya kemampuan, potensi diri, kapabilitas, integritas, dan bisa memberikan elektabilitas juga," ujar Paloh.
Sementara itu, Gatot Nurmantyo yang juga hadir dalam acara Rakernas Partai NasDem mengungkapkan bahwa sampai saat ini dirinya adalah seorang prajurit TNI yang harus bebas politik praktis. "Sebagai seorang prajurit, saya terbebas dari politik praktis, bahkan bermimpi soal itu pun tidak boleh," kilahnya.
Namun begitu, Gatot menilai bahwa Partai NasDem memiliki visi yang sama dengan TNI sehingga kedatangannya ke acara rakernas tersebut pun masih dalam kaitan dengan tugas sebagai panglima TNI. Bahkan bukan hanya NasDem, undangan dari partai lain pun akan dihadiri. Namun, dia menegaskan dirinya selaku panglima dan TNI secara kelembagaan akan selalu netral untuk urusan politik praktis. "Saya netral dan bersikap adil terhadap semua partai. Saya adalah prajurit TNI, mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan apapun," tegasnya.
(amm)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Wamenlu Ungkap Prabowo...
Wamenlu Ungkap Prabowo Minta Maaf soal Terlambat Menerima Surat Kepercayaan Dubes
Rekrutmen Polri 2026...
Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi
Prabowo Tegaskan Politik...
Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif saat Bertemu 8 Dubes di Istana
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved