KSAL Ancam Sanksi Berat Anggotanya yang Dukung Calon Kepala Darah
Rabu, 25 Oktober 2017 - 14:07 WIB
KSAL Ancam Sanksi Berat Anggotanya yang Dukung Calon Kepala Darah
A
A
A
JAWA TIMUR - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi mengingatkan anggotanya untuk tidak terlibat aksi dukung mendukung calon pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018.
Ade menegaskan siap menjatuhkan sanksi berat terhadap anggotanya yang melakukan hal itu. Pernyataan tersebut diungkapkan Ade ketika meresmikan Balai Prajurit Pusat Penerbangan TNI AL di Juanda, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (25/10/2017).
KSAL mengaku telah telah memerintahkan seluruh kepala satuan kerja di lingkungan TNI AL agar tetap mengawasi dan memantau anggotanya saat menjelang dan pelaksanaan pilkada serentak 2018, khususnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur, mengingat Jawa Timur dikenal sebagai basis Markas Komando TNI AL.
"Saya telah briefing dengan seluruh kasatker," ujar KSAL.
Secara tegas, KSAL meminta anggota TNI AL untuk keluar dari kesatuan jika terlibat langsung dalam aksi dukung mendukung calon kepala daerah dalam Pilkada serentak 2018 mendatang.
Ade menegaskan siap menjatuhkan sanksi berat terhadap anggotanya yang melakukan hal itu. Pernyataan tersebut diungkapkan Ade ketika meresmikan Balai Prajurit Pusat Penerbangan TNI AL di Juanda, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (25/10/2017).
KSAL mengaku telah telah memerintahkan seluruh kepala satuan kerja di lingkungan TNI AL agar tetap mengawasi dan memantau anggotanya saat menjelang dan pelaksanaan pilkada serentak 2018, khususnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur, mengingat Jawa Timur dikenal sebagai basis Markas Komando TNI AL.
"Saya telah briefing dengan seluruh kasatker," ujar KSAL.
Secara tegas, KSAL meminta anggota TNI AL untuk keluar dari kesatuan jika terlibat langsung dalam aksi dukung mendukung calon kepala daerah dalam Pilkada serentak 2018 mendatang.
(dam)