IPW Ungkap Empat Efek Positif Perwira Polri Ikut Pilkada

Rabu, 18 Oktober 2017 - 11:07 WIB
IPW Ungkap Empat Efek...
IPW Ungkap Empat Efek Positif Perwira Polri Ikut Pilkada
A A A
JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti rencana sejumlah jenderal polisi yang akan turun gelanggang Pemilihan Kepala Daerah (Plkada) serentak 2018.

Menurut catatan IPW, sedikitnya ada delapan jenderal yang sudah melakukan pendekatan ke berbagai pihak untuk bisa masuk dalam bursa bakal calon.

Namun, sejauh ini para jenderal polisi itu belum mendapatkan partai politik sebagai kendaraan untuk melaju di pilkada.

IPW memperkirakan pada akhir tahun 2017 nanti mereka baru mau terbuka untuk melaju ke pilkada, seiring sudah diraihnya dukungan partai politik.

"Sepertinya di akhir tahun 2017 ini juga akan ada beberapa jenderal polisi yang akan pensiun dini. Sebab undang-undang mensyaratkan anggota polisi aktif harus pensiun dini jika ingin bertarung di pilkada," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (18/10/2017). (Baca juga: Empat Perwira Tinggi Polri Siap Ramaikan Pilkada Serentak )

IPW, kata Neta, memberi apresiasi pada anggota Polri yang hendak ikut bertarung pada pilkada. Hal ini perlu dilakukan karena membawa manfaat besar bagi institusi Polri.

Menurut Neta, setidaknya ada empat efek positif bagi Polri jika anggotanya mengikuti pilkada.

Pertama, Polri bisa mengukur tingkat kepercayaan publik terhadap institusi maupun anggotanya. Kedua, Polri bisa menilai sejauh mana konsep pembinaan dan pengkaderan kepemimpinannya bisa diserap anggotanya untuk kemudian diterapkan kepada masyarakat.

Ketiga, dari ajang pilkada, Polri bisa mengukur tingkat profesionalisme dan keberhasilan konsep polisi sipil yang dibangunnya sejak pisah dari TNI.

Keempat, jika para perwira Polri terpilih dalam pilkada dan tidak terlibat korupsi sepanjang masa jabatannya sebagai kepala daerah, publik akan melihat Polri benar-benar sudah berubah dan makin mudah bagi Polri untuk meningkatkan citranya di masyarakat.

"Momentum pilkada tidak hanya penting bagi figur jenderal polisi yang ikut bertarung tapi juga merupakan hal penting bagi institusi kepolisian," ucap Neta.
(dam)
Berita Terkait
Puluhan Ribu Personel...
Puluhan Ribu Personel Gabungan TNI-Polri Diterjunkan Amankan Pilkada di Jateng
Polri Tangani 75 Kasus...
Polri Tangani 75 Kasus Pidana Pilkada 2020 hingga 10 November
Kabaharkam: Polri Siap...
Kabaharkam: Polri Siap Amankan Pilkada Serentak 2020 di 170 Daerah
Kabareskrim Instruksikan...
Kabareskrim Instruksikan Jajaran Patuhi Penundaan Proses Hukum Pilkada
Polri Tunda Proses Hukum...
Polri Tunda Proses Hukum Calon Kepala Daerah saat Pilkada 2020
Kapolres Maros Imbau...
Kapolres Maros Imbau Paslon Patuhi Maklumat Kapolri
Berita Terkini
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Infografis
7 Pemain Positif Covid-19,...
7 Pemain Positif Covid-19, Timnas Batal Ikut Piala AFF U-23
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved