Angket KPK Pengaruhi Elektabilitas PDIP dan Golkar

Kamis, 12 Oktober 2017 - 09:04 WIB
Angket KPK Pengaruhi...
Angket KPK Pengaruhi Elektabilitas PDIP dan Golkar
A A A
JAKARTA - Hiruk pikuk mengenai angket DPR mengenai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berdampak terhadap elektabilitas atau tingkat keterpilihan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar.

Hal tersebut tercermin dari hasil survei nasional yang dilakukan Indikator Politik Indonesia.

Berdasarkan pemaparan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, PDIP yang sebelumnya mendapatkan dukungan masyarakat sebesar 27%, kini harus berpuasa diri menjadi 22,8%.

Sementara itu, Partai Golkar merosot dari 16,1% menjadi 12%. "Meskipun tidak anjlok signifikan, tapi turun dari sebelumnya," kata Burhanuddin di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu 11 Oktober 2017.

Burhanuddin menilai, PDIP dan Golkar tengah mendapatkan hukuman dari rakyat. Hukuman itu dijatuhkan kepada dua partai politik lama ini lantaran masyarakat mengganggap dua partai ini banyak bermanuver untuk melemahkan KPK melalui Panitia Khusus (Pansus) Angket DPR.

"Saya pribadi memandang KPK masih ada PR (pekerjaan rumah-red)," kata Burhanuddin. (Baca juga: Survei Indikator Politik: 60,39% Masyarakat Puas Kinerja Jokowi-JK )

Kendati elektabilitas PDIP dan Golkar turun, hal itu tidak berpengaruh pada elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi). Masyarakat memposisikan Jokowi pada tempat berbeda dengan dua partai pendukungnya itu.

"Saat PDIP dan Golkar berhadap-hadaan dengan KPK, publik melakukan disasosiasi, mengganggap Pak Jokowi bukan bagian dari dua partai pendukungnya yang selalu aktif dan vokal dalam pansus KPK," kata Burhanuddin.
(dam)
Berita Terkait
Cerita Airlangga tentang...
Cerita Airlangga tentang Sejarah Panjang Golkar dengan PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Diprediksi Hadapi PDIP-Gerindra,...
Diprediksi Hadapi PDIP-Gerindra, Golkar: Konfigurasi Politik Bisa Berubah
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
PDI Perjuangan Rekomendasi...
PDI Perjuangan Rekomendasi Juragan Bangunan Jadi Calom Wabup Tulungagung
Hasto Tegaskan PDIP...
Hasto Tegaskan PDIP Tak Akan Bela Kader Tersangkut Kasus Korupsi
Berita Terkini
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved