Perjuangan Tim Katering Memastikan Makanan Jamaah Haji Layak Dikonsumsi

Sabtu, 09 September 2017 - 13:38 WIB
Perjuangan Tim Katering...
Perjuangan Tim Katering Memastikan Makanan Jamaah Haji Layak Dikonsumsi
A A A
MEKKAH - Saat mobil bergerak menuju perusahaan Katering Al Juman di kawasan Batha Quraisy-Mekkah, Arab Saudi, jam ditangan sudah menunjukan pukul 23.30 waktu Arab Saudi (WAS). Bagi sebagian orang, mungkin saat itu kita sedang menjemput mimpi diperaduan.

Namun itu tidak berlaku bagi para petugas pengawas katering jamaah haji. Tengah malam adalah saatnya bertugas melakukan pengawasan untuk memastikan proses penyediaan katering di perusahaan yang ditunjuk berjalan sesuai ketentuan.

Tiba di lokasi pukul 01.30 WAS, tim langsung bergerak menuju dapur. Mereka disambut pemilik perusahaan dan chief profesional asli Indonesia.

Proses memasak waktu itu tampak baru akan dimulai. Bahan-bahan sudah disiapkan sesuai jumlah porsi masing-masing. Ada potongan oyong yang akan ditumis, ada juga udang, dan ayam yang siap dimasak.

Sementara tungku-tungku berukuran besar mulai dinyalakan untuk memanaskan minyak. Tim pengawas pun mulai bergerak ke segala penjuru dapur.

Mereka menjalankan tugasnya untuk mengawasi, memastikan setiap bahan makanan dalam kondisi segar dan layak makan. Tim ini terdiri dari Evy Nuryana selaku Kasi Katering Daker Mekkah, bersama Rusna Purnama, Indrawiguna, Ubaidillah, dan Hasan.

Tim meneliti proses demi proses setiap tahapan masakan. Ini penting dilakukan, selain guna memastikan semuanya sesuai kontrak, juga makanan yang dimasak nantinya berkualitas bagi jamaah.

Selain dapur, mereka juga memeriksa gudang dan ruang simpan (freezer) bahan baku. Satu persatu bahan dicek memastikan tidak dalam kondisi kedaluwarsa. Juga suhu ruangan yang harus sesuai ketentuan.

"Ini kami lakukan setiap hari. Untuk pengawasan sejak persiapan, kami sudah harus melakukannya sejak jam 12 malam. Pengawasan finishing mulai jam 3 pagi," terang Evy.

Selain proses masak, pengawasan juga dilakukan sampai proses packing makanan. Di masa puncak, proses ini sering baru selesai pukul 07.00 WAS.

Makanan yang sudah di-packing disimpan dalam hitter (penghangat) untuk menjaga kualitas makanan. Mulai pukul 08.00–11.00 WAS, makanan mulai didistribusikan ke jamaah untuk dimakan.

Demi memastikan kualitas makan siang para tamu Allah yang Maha Rahman, tim pengawas harus bekerja sejak tengah malam. Beristirahat sejenak, mereka harus melanjutkan proses selanjutnya untuk pengawasan proses penyediaan makan malam Dluyufurrahman.
(ysw)
Berita Terkait
Idul Adha dan Ibadah...
Idul Adha dan Ibadah Haji, Apakah Ada Hubungannya?
Hikmah Haji : Semua...
Hikmah Haji : Semua Sama Kedudukannya di Hadapan Allah
DPR Doakan Calon Haji...
DPR Doakan Calon Haji Indonesia Bisa Berangkat Tahun Depan
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Menanti Lampu Hijau...
Menanti Lampu Hijau Umrah untuk Jamaah Asal Indonesia
Ada 2 Pertanyaan Dibenak...
Ada 2 Pertanyaan Dibenak Publik Muncul Terkait Pembatalan Keberangkatan Haji 2020
Berita Terkini
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved