Sidang Perdana Gugatan Partai Idaman terhadap UU Pemilu 24 Agustus

Senin, 21 Agustus 2017 - 14:02 WIB
Sidang Perdana Gugatan...
Sidang Perdana Gugatan Partai Idaman terhadap UU Pemilu 24 Agustus
A A A
JAKARTA - Partai Islam Damai Aman (Idaman) telah mengajukan gugatan uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Adapun yang digugat Pasal 173 ayat 1 dan ayat 3 mengatur tentang verifikasi partai politik yang tidak menyertakan partai lama, dan Pasal 222 UU Pemilu tentang syarat ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) yang ditetapkan sebesar 20% perolehan kursi di parlemen dan 25% suara sah nasional.

Menanggapi UU Pemilu yang telah ditandatangani pemerintah, Sekretaris Jenderal Partai Idaman, Ramdhansyah berharap MK mempercepat persidangan gugatan uji materi. "Strategi kita daftar dahulu biar dapat nomor sidang," kata Ramdhansyah saat dihubungi SINDOnews, Senin (21/8/2017).

Ramdhansyah mengakui pihaknya telah dipanggil MK untuk mengikuti persidangan tersebut pada 24 Agustus 2017. Partai Idaman akan memanfaatkan permohonan uji materi itu untuk menguji keabsahan soal seluruh pasal-pasal yang dianggap bertentangan dengan Konstitusi dan UUD 1945.

Terhadap ketentuan UU Pemilu yang tengah digugat ke MK, partai yang dipimpin Rhoma Irama itu berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) cermat dalam melakukan kegiatan verifikasi partai politik yang disebutnya akan dimulai 3-6 Oktober saat partai politik baru mendaftar.

Selain Partai Idaman, UU Pemilu juga digugat partai politik baru lain seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Bahkan, organisasi advokat yang tergabung dalam Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) juga ikut menggugat UU Pemilu ini.
(dam)
Berita Terkait
Jimly, Mahfud, dan Refly...
Jimly, Mahfud, dan Refly Hadiri RDPU Komisi II DPR Bahas Pemilu
Perppu Pemilu Disahkan...
Perppu Pemilu Disahkan DPR Jadi Undang-Undang
Argumen Istana Soal...
Argumen Istana Soal RUU Pemilu Tak Menjawab Masalah
RUU Pemilu Dicabut dari...
RUU Pemilu Dicabut dari Prolegnas 2021, Bakal Lahir Perppu?
Maju-Mundur Revisi UU...
Maju-Mundur Revisi UU Pemilu, Kode Inisiatif: Serentak Bukan Hanya Urusan Waktu
Demokrat Sebut Alasan...
Demokrat Sebut Alasan Pemerintah Tolak RUU Pemilu Lemah dan Rapuh
Berita Terkini
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Kejagung Tunjuk 9 Eks...
Kejagung Tunjuk 9 Eks Jaksa KPK Tangani Kasus Febrie, Pakar: Harus Jawab Harapan Masyarakat
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Infografis
33 Negara Dukung Ukraina...
33 Negara Dukung Ukraina dalam Gugatan Genosida Terhadap Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved