Kasum TNI: Mahasiswa Harus Tingkatkan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 21:38 WIB
Kasum TNI: Mahasiswa...
Kasum TNI: Mahasiswa Harus Tingkatkan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
A A A
JAKARTA - Para mahasiswa harus memperkuat wawasan kebangsaan dan meningkatkan kesadaran bela negara serta mengembangkan kemampuan diri di lingkungan masyarakat, dalam rangka menghadapi berbagai potensi permasalahan yang akan dihadapi, apabila nanti mahasiswa sudah terjun ke masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pembekalan tentang “Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara”, di hadapan 6.258 Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada acara Masa Pengenalan Akademik (MPA), bertempat di Stadion Olahraga Atletik Rawamangun, Jalan Pemuda Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (19/8/2017).

Didit mengatakan, bahwa kegiatan wawasan kebangsaan dan bela negara sangat penting diberikan kepada para mahasiswa dalam rangka menghadapi kompleksitas permasalahan mulai dari terorisme, radikalisme, separatisme, kemiskinan, konflik horizontal dan vertikal serta tidak kalah pentingnya yaitu narkoba.

“Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa harus mampu menghadapi itu semua dan membawa Indonesia yang lebih maju di masa yang akan datang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kasum TNI menyampaikan bahwa mahasiswa harus mampu melahirkan lebih dari satu sosok generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, namun memiliki mental kualitas ideologi serta jiwa kepemimpinan yang kuat serta visioner dan tentunya dikemas dalam kualitas wawasan kebangsaan yang tinggi dari setiap individu.

“Mahasiswa harus mempunyai semangat dan rasa membangun bangsa yang tinggi sebagai generasi penerus yang memiliki karakter bangsa di dalam menjalankan kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk memperkuat wawasan kebangsaan yang tinggi,” tegas Didit.

Pada kesempatan tersebut, Didit mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berideologi Pancasila bukan milik satu golongan, bukan milik satu agama, bukan milik satu suku, tetapi milik kita semuanya dari Sabang sampai Merauke.

“Bila tidak ada Islam bukan Indonesia, bila tidak ada Kristen bukan Indonesia, bila tidak ada Katolik bukan Indonesia, bila tidak ada Hindu bukan Indonesia, bila tidak ada Buddha bukan Indonesia dan bila tidak ada Khonghucu bukan Indonesia. Itulah Indonesia kita yang indah,” tutur Didit.

Kasum TNI menegaskan kembali bahwa Pancasila adalah sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia, karena Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan. “Inilah yang harus tetap kita jaga dan bina,” tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Bukan Hanya Tugas TNI/Polri,...
Bukan Hanya Tugas TNI/Polri, Prabowo: Milenial Juga Wajib Bela Negara
KSAD Dukung Program...
KSAD Dukung Program Bela Negara untuk Milenial
Pengamat Hukum Ini Berikan...
Pengamat Hukum Ini Berikan Rumus Jitu Menjalankan Bela Negara
114 Pelajar Masuk Markas...
114 Pelajar Masuk Markas Bela Negara TNI AD
Kopassus Ajak Keluarga...
Kopassus Ajak Keluarga Besar TNI Jaga Kedaulatan NKRI
Gelar Munas ke-10, FKPPI...
Gelar Munas ke-10, FKPPI Siap Perkokoh Bela Negara
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
5 Presiden dan Ibu Negara...
5 Presiden dan Ibu Negara Miliki Perbedaan Usia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved