Elite Politik Memberi Contoh

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 06:26 WIB
Elite Politik Memberi...
Elite Politik Memberi Contoh
A A A
PEMIMPIN memberikan contoh, yang dipimpin akan mengikuti. Konsep itu ada dalam konsep kepemimpinan mana pun, termasuk dalam konsep-konsep klasik yang menjadi kearifan budaya Indonesia yang majemuk.

Dalam dunia yang terus berkembang dengan laju yang sangat cepat ini, contoh yang baik kian dibutuhkan oleh rakyat dari para pemimpinnya.

Sayangnya, contoh itu sempat hilang beberapa waktu belakangan. Rivalitas politik yang dijalani oleh para elite rupanya terlalu dianggap personal sehingga tercium aroma permusuhan. Situasi negatif seperti ini akan dengan sangat mudah menular ke rakyat.

Syukurlah, pada perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-72 tahun di Istana Negara pada 17 Agustus lalu para elite politik negeri ini memberikan contoh bagaimana kehangatan masih harus tetap dijaga walaupun berseberangan kepentingan politik.

Untuk pertama kalinya setelah 13 tahun, seluruh Presiden Republik Indonesia yang masih hidup bersama-sama merayakan hari sakral tersebut di Istana Negara. Ada Presiden Bacharudin Jusuf Habibie, Presiden Megawati Soekarnoputri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan tentunya tak lupa Presiden Joko Widodo yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Acara kenegaraan dengan baju adat itu tentu bukan rutinitas biasa. Ada suatu nilai yang dipampangkan ke hadapan publik untuk dicontoh. Selain menjadi penanda terkait kebinekaan Indonesia yang tetap tunggal ika, juga menunjukkan bahwa politik hanyalah masalah rivalitas, bukan permusuhan.

Cairnya komunikasi yang sempat beku tentu mendatangkan kelegaan. Sudah menjadi rahasia umum misalnya bahwa hubungan Presiden Megawati dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akur.

Hubungan keduanya memburuk sejak Presiden SBY sebagai salah satu menteri dalam kabinet Presiden Mega mengundurkan diri hingga akhirnya mengalahkan Presiden Megawati pada Pemilihan Presiden 2004.

Namun, apa yang kita lihat pada perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus lalu sangat melegakan. Kedua pemimpin tersebut akhirnya menunjukkan kelasnya sebagai negarawan ketika saling sapa dengan cukup hangat. "Beda pilihan politik, tapi untuk urusan Merah Putih harus bersama," frase ini dan variannya tiba-tiba menyeruak ke wacana publik sejak perayaan 17 Agustus dua hari lalu. Sangat banyak politisi yang mengatakannya.

Sungguh sangat melegakan setelah kita beberapa waktu belakangan menghadapi badai politik yang sedemikian hebat. Bahkan tak sedikit pihak yang menilai badai politik yang kita hadapi bisa menggoyahkan sendi-sendi persatuan Indonesia.

Memang banyak pepatah bangsa kita yang pada intinya mengatakan bahwa badai, tantangan, bencana, dan berbagai kesusahan lainnya akan memperkuat hubungan jika kita mengambil pelajaran darinya. Pada konteks inilah badai politik yang kita hadapi akhirnya bisa diambil pelajarannya oleh para elite politik untuk makin memajukan Indonesia.

Sekarang, para pemimpin sudah memberikan contoh yang sangat elok. Alangkah indahnya jika kita sebagai rakyat juga melakukan seperti apa yang sudah dicontohkan oleh para elite politik.

Menjaga rivalitas itu penting, tapi menjaga permusuhan akan membinasakan. Rivalitas selalu bicara tentang untuk menjadi lebih baik, sementara permusuhan selalu bicara tentang menjelek-jelekkan dan menyengsarakan musuh.

Rivalitas yang sehat akan membuat negara dan bangsa ini makin besar, sementara permusuhan yang dijaga dan dibesar-besarkan akan menenggelamkan negara ini. Rivalitas akan membuat demokrasi kita sehat karena satu sama lain saling mengawasi. Sementara permusuhan akan menghancurkan demokrasi karena satu sama lain akan saling menegasikan dan meniadakan.
(dam)
Berita Terkait
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved