Jokowi Ingatkan Remaja Hati-hati Menulis Status di Media Sosial
Selasa, 08 Agustus 2017 - 16:28 WIB
Jokowi Ingatkan Remaja Hati-hati Menulis Status di Media Sosial
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi pada 5-10 tahun mendatang akan terjadi perubahan lanskap politik dan ekonomi, khususnya menyangkut kehidupan remaja di Indonesia. Menurutnya, di masa mendatang pemuda atau remaja tidak lagi membaca koran maupun menonton TV.
Menurutnya, remaja akan berpegang pada satu benda yang dinamakan handphone dan gadget. Cara kerja dan kegiatan remaja akan bergantung pada perangkat dunia maya alias online.
"Pergeseran inilah akan adanya perubahan inilah yang harus kita sadari semuanya harus waspadai jangan sampai anak-anak kita terintervensi oleh karakter-karakter yang tidak baik," tutur Jokowi di Pondok Pesantren Minhaajurosyidiin, Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8/2017).
Dia berpandangan, pergeseran tersebut dipengaruhi oleh budaya barat. Beruntung, kata Jokowi, Indonesia masih memiliki budaya sopan santun, budi luhur dan model keislaman yang diakui pemimpin negara lain. Jokowi menegaskan bangsa lain kagum dengan budaya yang ada di Indonesia.
Meski begitu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan kepada remaja agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jokowi mengingatkan remaja lebih berhati-hati dalam membuat atau menulis status di media sosial.
"Apakah menyinggung orang lain, apakah bisa menyebabkan sakit hatinya orang lain. Itu harus dihitung, apalagi niatnya langsung untuk mencela mencemooh ingin menjelekkan. Itu selalu saya sampaikan di mana-mana jangan. Saya ingatkan kita ini saudara, saudara sebangsa dan setanah air. Jangan melupakan itu," tandasnya.
Menurutnya, remaja akan berpegang pada satu benda yang dinamakan handphone dan gadget. Cara kerja dan kegiatan remaja akan bergantung pada perangkat dunia maya alias online.
"Pergeseran inilah akan adanya perubahan inilah yang harus kita sadari semuanya harus waspadai jangan sampai anak-anak kita terintervensi oleh karakter-karakter yang tidak baik," tutur Jokowi di Pondok Pesantren Minhaajurosyidiin, Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8/2017).
Dia berpandangan, pergeseran tersebut dipengaruhi oleh budaya barat. Beruntung, kata Jokowi, Indonesia masih memiliki budaya sopan santun, budi luhur dan model keislaman yang diakui pemimpin negara lain. Jokowi menegaskan bangsa lain kagum dengan budaya yang ada di Indonesia.
Meski begitu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan kepada remaja agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jokowi mengingatkan remaja lebih berhati-hati dalam membuat atau menulis status di media sosial.
"Apakah menyinggung orang lain, apakah bisa menyebabkan sakit hatinya orang lain. Itu harus dihitung, apalagi niatnya langsung untuk mencela mencemooh ingin menjelekkan. Itu selalu saya sampaikan di mana-mana jangan. Saya ingatkan kita ini saudara, saudara sebangsa dan setanah air. Jangan melupakan itu," tandasnya.
(kri)