Jokowi Sebut Media Konvensional Mulai Terdesak: Yang Dominan adalah Media Sosial

Minggu, 08 September 2024 - 21:21 WIB
loading...
Jokowi Sebut Media Konvensional...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut siapa saja bisa menjadi wartawan tanpa adanya struktur pengelolaan berita di era digital seperti saat ini. Foto/Tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menyebut siapa saja bisa menjadi wartawan tanpa adanya struktur pengelolaan berita di era digital seperti saat ini. Dia mengungkapkan, masyarakat sangat mudah memperoleh informasi.

“Media konvensional yang beredaksi mulai terdesak,” kata Jokowi saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke 30 di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (8/9/2024).

Dalam situasi seperti ini, kata Jokowi, masyarakat akan dengan mudah menerima informasi apa pun, dan terkadang menjadi bias. “Yang dominan adalah media sosial, media online, dan semua orang bisa menjadi wartawan, citizen journalism, tanpa ada dewan redaksi," katanya.

Baca juga: Cegah Hoaks, Dosen FISIP UWKS Berdayakan Pemilih Pemula di SMA Ta’miriyah

"Oleh karena itu pembaca berita media sosial harus mampu untuk menjadi redaksi bagi dirinya sendiri, harus mampu menyaring berita mana yang baik, berita mana yang tidak baik, harus cek dan ricek mana yang benar dan mana yang hoaks atau berita bohong,” sambungnya.

Selain mengecek berulang kali soal informasi yang terima, Jokowi menilai, masyarakat juga harus membentengi diri mereka dengan agama. "Oleh sebab itu, masyarakat sekarang ini butuh pegangan moral yang kuat, yaitu agama. Di sinilah letak pentingnya Musabaqah Tilawatil Qur'an,” katanya.

"Dan melalui MTQ ini tidak hanya menampilkan Kemampuan dan keindahan membaca Al Qur'an, tetapi juga momentum untuk menggaungkan Al Qur'an, membumikan ajaran ajaran Al Qur'an, memperkuat moral dan spiritual bangsa dalam sendiri kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” sambungnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Rekomendasi
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Berita Terkini
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
Garuda Biru Tolak PPN...
Garuda Biru Tolak PPN 12% Menggema di Media Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved