Riuh Putusan MK di Media Sosial, Jokowi: Tapi yang Dibicarakan Tetap si Tukang Kayu
Rabu, 21 Agustus 2024 - 21:52 WIB
loading...
Presiden Jokowi dalam sambutannya pada acara penutupan Munas XI Partai Golkar di JCC, Jakarta, Rabu (21/8/2024) malam. FOTO/MPI/RAKA DWI NOVIANTO
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menyinggung ramainya putusan Mahkamah Konstitusi ( MK ) soal syarat ambang batas pencalonan kepala daerah di media sosial dan media massa dalam dua hari terakhir. Namun selain itu, kata Jokowi, si tukang kayu juga ramai diperbincangkan warganet.
"Ini sehari, dua hari ini, kalau kita melihat media sosial, media massa, ini sedang riuh, sedang ramai setelah putusan yang terkait dengan Pilkada. Setelah saya lihat di media sosial salah satu yang ramai tetap soal si tukang kayu," kata Jokowi dalam sambutannya pada acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) XI Partai Golkar di JCC, Jakarta, Rabu (21/8/2024) malam.
Menurut Jokowi, banyak pihak mengenal sosok si tukang kayu. Jokowi bingung mengapa si tukang kayu ramai diperbincangka padahal yang membuat putusan adalah MK.
"Kalau sering buka di media sosial pasti tahu tukang kayu ini siapa. Padahal kita tahu semuanya kita tahu semuanya yang membuat keputusan itu adalah MK, itu adalah wilayah yudikatif, dan yang saat ini juga sedang dirapatkan di DPR itu adalah wilayah legislatif," kata Jokowi.
"Ini sehari, dua hari ini, kalau kita melihat media sosial, media massa, ini sedang riuh, sedang ramai setelah putusan yang terkait dengan Pilkada. Setelah saya lihat di media sosial salah satu yang ramai tetap soal si tukang kayu," kata Jokowi dalam sambutannya pada acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) XI Partai Golkar di JCC, Jakarta, Rabu (21/8/2024) malam.
Menurut Jokowi, banyak pihak mengenal sosok si tukang kayu. Jokowi bingung mengapa si tukang kayu ramai diperbincangka padahal yang membuat putusan adalah MK.
"Kalau sering buka di media sosial pasti tahu tukang kayu ini siapa. Padahal kita tahu semuanya kita tahu semuanya yang membuat keputusan itu adalah MK, itu adalah wilayah yudikatif, dan yang saat ini juga sedang dirapatkan di DPR itu adalah wilayah legislatif," kata Jokowi.
Lihat Juga :