Gerindra Nilai Calon Tunggal di Pilpres Harus Dihindari

Kamis, 20 Juli 2017 - 13:27 WIB
Gerindra Nilai Calon...
Gerindra Nilai Calon Tunggal di Pilpres Harus Dihindari
A A A
JAKARTA - Rapat paripurna DPR yang mengagendakan pengambilan keputusan atas Rancangan Undang-undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu hari ini diwarnai hujan interupsi. Salah satunya, Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Ramson Siagian di DPR.

Ramson menyampaikan bahwa Fraksi Partai Gerindra menginginkan ambang batas pencalonan presiden (Presidential Threshold) 0% alias dihapuskan dalam UU Pemilu. Sebab, Presidential Threshold inkonstitusional, karena Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan agar Pileg dan Pilpres digelar serentak mulai tahun 2019 mendatang.

Dalam interupsinya, Ramson mengutip pernyataan Presiden RI pertama Soekarno alias Bung Karno. "Kalau kata Bung Karno jangan kepentingan taktis mengorbankan kepentingan strategis, apalagi kepentingan ideologis," ujar Ramson di ruang rapat paripurna, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Lebih lanjut, kata dia, bahwa menerapkan Presidential Threshold akan memunculkan calon tunggal di Pilpres 2019 mendatang. "Potensi calon tunggal harus dihindari," kata legislator asal daerah pemilihan Jawa Tengah X ini.‎

Selain itu, dirinya pun menyinggung Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu. Sebab, Tjahjo saat menjadi anggota DPR dan Adian saat menjadi aktivis menginginkan demokrasi yang lebih baik.

"Kalau memegang kekuasaan, mohon jangan diupayakan seperti sistem yang lama," tegasnya.
(kri)
Berita Terkait
Jimly, Mahfud, dan Refly...
Jimly, Mahfud, dan Refly Hadiri RDPU Komisi II DPR Bahas Pemilu
Perppu Pemilu Disahkan...
Perppu Pemilu Disahkan DPR Jadi Undang-Undang
Argumen Istana Soal...
Argumen Istana Soal RUU Pemilu Tak Menjawab Masalah
RUU Pemilu Dicabut dari...
RUU Pemilu Dicabut dari Prolegnas 2021, Bakal Lahir Perppu?
Maju-Mundur Revisi UU...
Maju-Mundur Revisi UU Pemilu, Kode Inisiatif: Serentak Bukan Hanya Urusan Waktu
Demokrat Sebut Alasan...
Demokrat Sebut Alasan Pemerintah Tolak RUU Pemilu Lemah dan Rapuh
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved