Ketua GOPAC Fadli Zon Suarakan Pemberantasan Korupsi di Den Haaq
Jum'at, 14 Juli 2017 - 03:11 WIB
Ketua GOPAC Fadli Zon Suarakan Pemberantasan Korupsi di Den Haaq
A
A
A
DEN HAAQ - World Justice Forum V berlangsung di Den Haaq, Churchillplein, 10-12 Juli 2017. Sejumlah negara berpartisipasi dalam kegiatan yang di antaranya terkait dengan upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi di negara-negara di dunia.
Salah satu pembicara yang tampil dalam kegiatan itu adalah Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang tampil sebagai pembicara bersama dengan sejumlah narasumber lainnya dari sejumlah negara. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan World Justice Forum V di mana Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) merupakan anggotanya.
Fadli Zon merupakan Ketua GOPAC dan tampil sebagai pembicara utama dalam sesi "Combating Corruption: New Approaches and Proven Strategies." Moderator dalam kegiatan ini adalah Dr Daniel Zovatto yang merupakan Director for Latin America and the Carribean, International IDEA. Pembicara lainnya adalah Sreerupa Chowdury (India), Martin Manuhwa (Zimbabwe), Raymond Ng (Hong Kong).
Dalam penjelasan yang disampaikan di forum tersebut, Fadli Zon menyatakan, sejumlah pihak punya kesepakatan terkait dengan upaya untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi. "Pemberantasan korupsi berbeda-beda di masing-masing negara," ujarnya dalam rilis yang diterima SINDOnews, Kamis (13/7/2017).
Untuk itu, Fadli Zon menyatakan, upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi mempunyai berbagai karakteristik yang khas sesuai dengan negara-negara tersebut. Sejumlah kalangan hadir dalam kegiatan internasional tersebut untuk berbagai kategori diskusi yang dilakukan dalam acara tersebut.
Fadli Zon menuturkan, keberadaan GOPAC adalah untuk melakukan pencegahan korupsi dan memperkuat integritas parlemen. "Keberadaan GOPAC adalah untuk menyebarkan paham dan tindakan melawan korupsi," katanya.
Karena itu, kata politikus Gerindra ini, keberadaan GOPAC adalah untuk memfokuskan pemberantasan grand korupsi. "GOPAC penting dalam mewujudkan dan memfasilitasi kerja sama internasional dalam upaya mengembalikan aset-aset, serta untuk memperkuat keterwakilan perempuan di parlemen," jelasnya.
Dalam pidatonya, Fadli Zon menyatakan, program GOPAC adalah untuk sejumlah isu utama seperti anti-money laundering, kampanye PBB untuk melawan korupsi, penguatan partisipasi publik, kode etik parlemen, dan penguatan parlemen. Selain Fadli Zon, delegasi Indonesia dari DPR yang mengikuti kegiatan ini adalah Dave Akbarshah Fikarno (Fraksi Partai Golkar), dan Tgk Khaidir Abdurrahman (Fraksi Partai Gerindra).
Salah satu pembicara yang tampil dalam kegiatan itu adalah Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang tampil sebagai pembicara bersama dengan sejumlah narasumber lainnya dari sejumlah negara. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan World Justice Forum V di mana Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) merupakan anggotanya.
Fadli Zon merupakan Ketua GOPAC dan tampil sebagai pembicara utama dalam sesi "Combating Corruption: New Approaches and Proven Strategies." Moderator dalam kegiatan ini adalah Dr Daniel Zovatto yang merupakan Director for Latin America and the Carribean, International IDEA. Pembicara lainnya adalah Sreerupa Chowdury (India), Martin Manuhwa (Zimbabwe), Raymond Ng (Hong Kong).
Dalam penjelasan yang disampaikan di forum tersebut, Fadli Zon menyatakan, sejumlah pihak punya kesepakatan terkait dengan upaya untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi. "Pemberantasan korupsi berbeda-beda di masing-masing negara," ujarnya dalam rilis yang diterima SINDOnews, Kamis (13/7/2017).
Untuk itu, Fadli Zon menyatakan, upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi mempunyai berbagai karakteristik yang khas sesuai dengan negara-negara tersebut. Sejumlah kalangan hadir dalam kegiatan internasional tersebut untuk berbagai kategori diskusi yang dilakukan dalam acara tersebut.
Fadli Zon menuturkan, keberadaan GOPAC adalah untuk melakukan pencegahan korupsi dan memperkuat integritas parlemen. "Keberadaan GOPAC adalah untuk menyebarkan paham dan tindakan melawan korupsi," katanya.
Karena itu, kata politikus Gerindra ini, keberadaan GOPAC adalah untuk memfokuskan pemberantasan grand korupsi. "GOPAC penting dalam mewujudkan dan memfasilitasi kerja sama internasional dalam upaya mengembalikan aset-aset, serta untuk memperkuat keterwakilan perempuan di parlemen," jelasnya.
Dalam pidatonya, Fadli Zon menyatakan, program GOPAC adalah untuk sejumlah isu utama seperti anti-money laundering, kampanye PBB untuk melawan korupsi, penguatan partisipasi publik, kode etik parlemen, dan penguatan parlemen. Selain Fadli Zon, delegasi Indonesia dari DPR yang mengikuti kegiatan ini adalah Dave Akbarshah Fikarno (Fraksi Partai Golkar), dan Tgk Khaidir Abdurrahman (Fraksi Partai Gerindra).
(kri)