Soal RUU Pemilu, Mendagri Klaim Ada Komitmen Diam-diam Fraksi di DPR
Selasa, 11 Juli 2017 - 14:50 WIB
Soal RUU Pemilu, Mendagri Klaim Ada Komitmen Diam-diam Fraksi di DPR
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku opsi atau usulan Presidential Threshold 20 dan 25% yang ditawarkan pemerintah masih menemui jalan buntu. Sehingga lima poin krusial tersebut belum diputuskan panitia khusus (Pansus).
Meski begitu, Tjahjo mengklaim, empat poin krusial lainnya sudah disetujui fraksi di DPR. Hanya saja, persetujuan itu belum disampaikan secara resmi oleh masing-masing fraksi.
Menurutnya, Kamis ini pemerintah akan mendengarkan pendapat seluruh fraksi. "Empat poin sudah mengerucut mengenai parliamentary threshold naik tiga setengah, sistem apakah mau terbuka tertutup atau tertutup, ada komitmen diem-diem ya," ujar Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7/2017).
Poin krusial lainnya mengenai sisa suara habis dibagi di daerah pemilihan apakah 3-8 atau 3-10. Kata dia, sudah ada titik temu atau kompromi. Hal ini merupakan imbas dari penambahan anggota DPR sebanyak 15 kursi.
Menteri asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menegaskan, terhadap empat poin krusial ini diakuinya sudah tidak ada sekat lagi atau ia menyebutnya telah ada komitmen diam-diam dari seluruh fraksi di DPR.
"Tapi yang satu ini (Presidential threshold) kepentingan politik jangka panjang. Pemerintah hanya mengimbau silakan itu hak Partai Demokrat mau 0% partai ini mau 0% partai ini mau 10% terserah, itu hak. Tapi ini yang sudah baik harus dipertahankan buktinya lancar kok tidak ada masalah," tutupnya.
Meski begitu, Tjahjo mengklaim, empat poin krusial lainnya sudah disetujui fraksi di DPR. Hanya saja, persetujuan itu belum disampaikan secara resmi oleh masing-masing fraksi.
Menurutnya, Kamis ini pemerintah akan mendengarkan pendapat seluruh fraksi. "Empat poin sudah mengerucut mengenai parliamentary threshold naik tiga setengah, sistem apakah mau terbuka tertutup atau tertutup, ada komitmen diem-diem ya," ujar Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7/2017).
Poin krusial lainnya mengenai sisa suara habis dibagi di daerah pemilihan apakah 3-8 atau 3-10. Kata dia, sudah ada titik temu atau kompromi. Hal ini merupakan imbas dari penambahan anggota DPR sebanyak 15 kursi.
Menteri asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menegaskan, terhadap empat poin krusial ini diakuinya sudah tidak ada sekat lagi atau ia menyebutnya telah ada komitmen diam-diam dari seluruh fraksi di DPR.
"Tapi yang satu ini (Presidential threshold) kepentingan politik jangka panjang. Pemerintah hanya mengimbau silakan itu hak Partai Demokrat mau 0% partai ini mau 0% partai ini mau 10% terserah, itu hak. Tapi ini yang sudah baik harus dipertahankan buktinya lancar kok tidak ada masalah," tutupnya.
(kri)