Dukung HT, Relawan Advokat Muda Siap Demo ke Istana Negara

Kamis, 06 Juli 2017 - 22:51 WIB
Dukung HT, Relawan Advokat...
Dukung HT, Relawan Advokat Muda Siap Demo ke Istana Negara
A A A
JAKARTA - Sejumlah advokat muda yang tergabung dalam Relawan Gardu (Gerakan Dukung) HT (Harry Tanoesudibyo) siap mendukung Ketua Umum Partai Perindo itu. Tak main-main, mereka akan menggelar aksi demo ke depan Istana Negara.

"Ini merupakan kriminalisasi seorang negarawan. Kami kecewa dengan langkah Jaksa Agung," tutur Ketua Umum Relawan Gardu HT, Lendry Gardu ketika menggelar aksi dukungan di Posko Gardu HT, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (6/7/2017).

Lendry menilai SMS yang dilakukan HT bukan bentuk ancaman. Hal ini melihat dari analisis kata yang dilakukan. Dalam kata itu, tidak ditemukan ada perkataan mengancam, seperti 'ku bunuh' atau 'ku pukul'. Hal tersebut juga seperti yang dilakukan oleh ahli tata bahasa maupun ahli hukum lainnya.

Dalam SMS demikian, apa yang dilakukan HT, kata Lendry tak ubahnya seperti SMS dukungan yang dilakukan Jokowi dan Prabowo saat mencalonkan diri menjadi presiden lalu.

Melihat kondisi demikian, Relawan Gardu HT yang sudah tersebar 27 provinsi itupun akan melakukan aksi demontrasi di depan Istana Negara. Tuntutan terhadap Presiden Jokowi agar segera memberhentikan Jaksa Agung, H.M. Prasetyo. "ICW juga merekomendasikan hal ini, agar segera dilakukan pemberhentian," tuturnya.

Sebab, Jaksa Agung, katanya telah melakukan kriminalisasi dengan menuntut HT. Terlebih dalam melakukan tuntutan, HM Prasetyo yang merupakan kader salah satu partai kerap kali melakukan gerakan hukum mendukung partainya dan golong tertentunya.

"Bila diganti. Kami inginkan Jaksa Agung nantinya netral, bukan dari politik apalagi partai," tutur pria yang juga menjabat Wabendum DPP Partai Perindo.

Hingga saat ini, Lendry beserta relawan lainnya akan melakukan pemantauan secara menyeluruh terhadap kasus itu. Detail setiap perkembangan akan terus dilakukan dari hari ke hari.

Sementara itu, ditempat terpisah Ketua Pemuda Perindo DPW DKI Jakarta, Jonner Silaen mengatakan kasus ini merupakan kerikil kecil yang menghambat perjalanan Partai Perindo yang tengah meniti dalam dunia perpolitikan nasional.

"Kasus SMS yang menimpa Ketum Partai Perindo, merupakan kerikil kecil yang menghambat perjalanan Partai yang semakin hari semakin dicintai masyarakat," ucap Jonner melalui pesan singkatnya.

Sebagai kader Perindo yang militan dan bijak, Jonner memantau betul gerakan ini dan tengah membaca situasi. Gerakan mendukung ketua umum akan di serahkan kepada pihak kompeten, dalam hal ini pengacara dan LBH Perindo.

Karenanya, sekalipun mendapat halangan semacam ini. Kegiatan Perindo tetap berjalan. Garis besar perjuang partai, katanya, tetap menginkan masyarakat tetap sejahtera.

"Jangan terbuai dengan gejolak yang ditimbulkan oleh pihak pihak yang sangat anti dengan kehadiran Partai yang di nahkodai Hary Tanoesobidjo ini," tuturnya.

Termasuk dalam menghadapi Pemilu 2019. Jonner mengingatkan pihaknya agar tetap fokus. terlebih dalam kasus ini, harapan Perindo akan menjadi partai besar sedikit terjawab.

"Patut diingat bahwa semakin besar kekuatan Partai ini, semakin besar pula ujian yang akan dihadapi di kemudian hari," tutupnya.
(ysw)
Berita Terkait
Senator Dorong Kewenangan...
Senator Dorong Kewenangan Kejaksaan Diperkuat
RUU Kejaksaan Diyakini...
RUU Kejaksaan Diyakini Perkuat Kinerja Penegakan Hukum Kejagung
Polisi Lakukan Olah...
Polisi Lakukan Olah TKP Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung
Sejumlah Capaian Kejagung...
Sejumlah Capaian Kejagung Tangani Kasus Korupsi di 2023, Ini Rinciannya
Kejaksaan, Institusi...
Kejaksaan, Institusi Penegak Hukum Paling Dipercaya Publik
Kejaksaan Agung Usulkan...
Kejaksaan Agung Usulkan Tambahan Anggaran Rp15,5 triliun
Berita Terkini
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dialihkan dari Polri ke Kejaksaan, Kapuspenkum: Bentuk Kolaborasi
Komisi III DPR: Penyerahan...
Komisi III DPR: Penyerahan Kasus Mantan Jampidsus ke Kejagung Cegah Gesekan Antarinstitusi
Yusril Ingatkan Kejagung...
Yusril Ingatkan Kejagung Profesional dan Transparan Tangani Kasus Febrie Adriansyah
BPOM Bongkar Peredaran...
BPOM Bongkar Peredaran 2,1 Juta Kosmetik Ilegal Senilai Rp35,8 Miliar
Bertemu Panglima TNI,...
Bertemu Panglima TNI, Kapolri Ungkap Ada yang Ingin Pecah Belah Sinergitas TNI-Polri
Peradi Profesional Dorong...
Peradi Profesional Dorong RUU HPI Lebih Adaptif Hadapi Hubungan Hukum Lintas Negara
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved