Wisata Obama

Sabtu, 01 Juli 2017 - 09:32 WIB
Wisata Obama
Wisata Obama
A A A
SEMBILAN hari sudah Presiden Amerika Serikat (AS) Ke-44 Barack Obama berkunjung ke Indonesia. Empat provinsi (Bali, DI Yogyakarta, Bogor, dan DKI Jakarta) yang dikunjungi Obama beserta keluarga dan rombongan kecilnya menjadi sorotan dunia.

Bukan hanya sosok Obama yang menjadi fokus pemberitaan, melainkan sejumlah lokasi wisata yang dikunjungi juga ikut menjadi promosi. Bali merupakan destinasi pertama Obama dan keluarga. Rombongan Obama tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai pada Jumat (23/6) pekan lalu dan langsung menuju kawasan Ubud.

Bali selama ini memang menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara, tak terkecuali bagi Obama sekeluarga. Dari Bali, Obama memilih Yogyakarta menjadi destinasi kedua, sebelum akhirnya tiba di Jakarta, Jumat (30/6). Bukan hanya Obama tokoh negara yang berwisata ke Bali. Beberapa tokoh dunia lain juga menjadikan Bali sebagai tempat berlibur seperti PM Malaysia Najib Tun Razak dan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi.

Selain para tokoh, aktris Hollywood juga banyak yang telah menikmati keindahan Bali seperti Mila Kunis, Ashton Kutcher, Julia Roberts, penyanyi Christina Aguilera, dan Paris Hilton. Sedangkan bintang sepak bola dunia yang pernah berwisata di Pulau Dewata antara lain Ryan Giggs dan Gary Neville, David Beckham, Zinedine Zidane, dan Christiano Ronaldo.

Selain Bali, Yogyakarta juga menjadi idola berlibur beberapa tokoh dunia. Misalnya saja pendiri Facebook Mark Zuckerberg, pendiri Microsoft Bill Gates, artis Hollywood Nicole Kidman dan Richard Gere. Selain Bali dan Yogyakarta, tujuan wisata yang dikenal oleh selebritas dunia adalah Aceh dan Pulau Komodo. Akhir Maret 2016 aktor ternama Hollywood Leonardo Dicaprio secara diam-diam mengunjungi Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh.

Sementara itu, Gwyneth Paltrow dan keluarganya memilih tempat berlibur ke Pulau Komodo. Hampir semua tokoh dan selebritas dunia usai pelesiran menceritakan kepada media internasional tentang pesona keindahan alam Indonesia. Raja Salman misalnya menjelaskan alasan berlibur di Bali karena pulau itu memiliki keindahan alam yang sudah terkenal di dunia dan menjadi satu di antara tujuan utama turis mancanegara.

Pengakuan inilah yang harus dicamkan untuk seluruh pengelola daerah di Indonesia yang ingin memajukan pariwisatanya. Indonesia masih memiliki ratusan tempat wisata yang perlu dikenalkan kepada dunia selain Bali dan Yogyakarta. Sebut saja misalnya Papua yang memiliki Raja Ampat, Danau Sentani, hingga Lembah Baliem.

Belum lagi lokasi wisata di Pulau Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Maluku, hingga Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Sebagai negara kepulauan, setiap daerah memiliki tempat yang bisa dijadikan lokasi wisata seperti laut, gunung, dan sawah, yang tak kalah dari Pulau Bali. Kreativitas pemerintah daerah dalam pengembangan wisata sangat dibutuhkan dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal mulai dari hasil kerajinan, keindahan alam, hingga perawatan situs peninggalan masa lalu.

Campur tangan pemerintah pusat untuk menggenjot pariwisata Indonesia memang bukan sebatas wacana. Presiden Jokowi pertengahan 2016 telah mengumumkan pariwisata sebagai program utama dan program prioritas pemerintah selain pembangunan infrastruktur. Pengembangan pariwisata sangat dibutuhkan sebagai penghasil devisa.

Target pemerintah hingga 2019 mendatang bahkan menjadikan devisa pariwisata bisa melebihi devisa dari sektor minyak dan gas. Presiden juga telah memilih 10 tempat wisata yang disebut sebagai 10 Bali baru dan menjadi prioritas wisatawan ke depan. Upaya pemerintah pusat patut diapresiasi dan didukung penuh oleh pemerintah daerah serta masyarakat setempat.

Daerah-daerah yang memiliki potensi wisata cukup tinggi, namun tidak dikembangkan secara signifikan sungguh sangat disayangkan. Sudah saatnya Bali baru bermunculan dengan pemeliharaan tata lingkungan yang baik dan bersih, infrastruktur yang memadai, serta menonjolkan seni budaya lokal. Sekarang bukan masanya lagi daerah tak memiliki tempat wisata.

Daerah yang tak bisa mengembangkan diri menjadi kota wisata cepat atau lambat akan menjadi kota mati dan tertinggal. Ke depan wisata akan menjadi kebutuhan banyak orang. Turis lokal ataupun turis asing akan berlomba mendatangi daerah-daerah yang memiliki keunggulan pariwisata. Semoga ke depan Obama dan tokoh dunia lain kembali berwisata ke Indonesia mengunjungi daerah-daerah lain yang telah menjadi Bali baru.
(mhd)
Berita Terkait
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Mendata Masyarakat Miskin...
Mendata Masyarakat Miskin Baru
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Berita Terkini
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Infografis
Destinasi Wisata Perang...
Destinasi Wisata Perang di Rusia Diminati Turis dari China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved