Konflik Qatar-Negara Arab, Jokowi Hubungi Pemimpin Timur Tengah
Selasa, 13 Juni 2017 - 13:16 WIB
Konflik Qatar-Negara Arab, Jokowi Hubungi Pemimpin Timur Tengah
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah menghubungi secara langsung pemimpin negara di Timur Tengah untuk menyikapi masalah hubungan Qatar dengan negara-negara Arab.
"Sampai saat ini saya sudah bertelepon ke Presiden Turki Erdogan, saya sudah telepon, bicara banyak," kata Jokowi usai menyerahkan paket sembako secara simbolis di Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).
"Saya sudah telepon juga ke Emir Qatar Syekh Tamim, saya sudah telepon bicara banyak juga. Kemudian kemarin malam saya juga telepon lagi ke Syekh Mohammed dari Uni Emirat Arab," imbuh Jokowi.
Menurut Jokowi, saat ini pemerintah Indonesia ingin mendapatkan masukan-masukan terlebih dahulu untuk mencari tahu persoalan yang sebenarnya. Sehingga, nantinya pemerintah Indonesia bisa berperan dalam penyelesaian konflik tersebut.
"Jadi, sementara ini saya belum bisa bicara di sebelah mana kita akan berperan," ujarnya.
Kendati begitu, Jokowi mengaku tak menutup mata dan telinga mengenai ketegangan yang terjadi di sana. Jokowi mengaku akan terus berkomunikasi untuk menengahi gesekan yang terjadi di Timur Tengah, terutama antara Qatar dan Saudi Arabia.
Hubungan Qatar dengan sejumlah negara Arab memanas, setelah Qatar dituding mendukung terorisme. Bahkan, sejumlah negara Arab sudah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.
"Sampai saat ini saya sudah bertelepon ke Presiden Turki Erdogan, saya sudah telepon, bicara banyak," kata Jokowi usai menyerahkan paket sembako secara simbolis di Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).
"Saya sudah telepon juga ke Emir Qatar Syekh Tamim, saya sudah telepon bicara banyak juga. Kemudian kemarin malam saya juga telepon lagi ke Syekh Mohammed dari Uni Emirat Arab," imbuh Jokowi.
Menurut Jokowi, saat ini pemerintah Indonesia ingin mendapatkan masukan-masukan terlebih dahulu untuk mencari tahu persoalan yang sebenarnya. Sehingga, nantinya pemerintah Indonesia bisa berperan dalam penyelesaian konflik tersebut.
"Jadi, sementara ini saya belum bisa bicara di sebelah mana kita akan berperan," ujarnya.
Kendati begitu, Jokowi mengaku tak menutup mata dan telinga mengenai ketegangan yang terjadi di sana. Jokowi mengaku akan terus berkomunikasi untuk menengahi gesekan yang terjadi di Timur Tengah, terutama antara Qatar dan Saudi Arabia.
Hubungan Qatar dengan sejumlah negara Arab memanas, setelah Qatar dituding mendukung terorisme. Bahkan, sejumlah negara Arab sudah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.
(maf)