HT Berjuang Bangun Indonesia, Tapi Malah Dikasuskan
Selasa, 13 Juni 2017 - 01:35 WIB
HT Berjuang Bangun Indonesia, Tapi Malah Dikasuskan
A
A
A
JAKARTA - Nama Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo pernah dikait-kaitkan kejaksaan dengan kasus Mobile 8. Padahal, tidak ada hubungannya dengan hal tersebut.
Padahal jaksa bahkan tak memiliki kewenangan untuk mengusut Mobile 8, terbukti seperti putusan pra peradilan pada 29 November 2016. pra peradilan menyatakan Kejagung tidak punya kewenangan usut kasus Mobile 8.
Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanannya di dunia politik. “Saya tidak ada kaitan sama sekali di dalam proses pra peradilan pun saya tidak ada dalam prosesnya,” ujar HT usai memberi keterangan sebagai saksi di Gedung Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/6/2017).
Dia mengatakan, seharusnya hal-hal seperti itu dilakukan dengan cermat. Karena bisa merugikan nama baik seseorang. “Seperti yang saya katakan nanti kita lihat, siapa yang benar dan siapa yang salah,” ungkap HT. Seperti tertulis dalam penggalan SMS-nya ke Yulianto.
HT melanjutkan, tujuannya masuk politik untuk kemajuan Indonesia. “Untuk kesejahteraan masyarakat, kok saya dikait-kaitkan kasus,” tegasnya.
Karena hal tersebut ironis, di satu sisi dia ingin membangun Indonesia dengan segala kapasitasnya. Namun, di sisi lain namanya dikait-kaitkan seperti diberitakan oleh beberapa media kala itu.
HT menyayangkan pihak yang membawa namanya untuk hal yang tidak terkait dengannnya. Segala pengorbanannya untuk membangun Indonesia, mulai dari waktu, tenaga, materi dan pikiran dicurahkannya.
“Saya maju terus secara objektif saya ingin lihat Indonesia maju, saya ingin lihat masyarakat sejahtera, saya kan keliling kemana-mana,” ungkapnya
Menjawab pertanyaan wartawan, HT menjelaskan, SMS yang dilaporkan Yulianto tidak tepat bila dikatakan intervensi. Bahkan, HT tidak bisa melakukan intervensi karena tidak punya kapasitas untuk melakukan intervensi, tidak memiliki kuasa untuk mengatur. “Saya masyarakat biasa, seperti kalian,” ungkapnya.
Turun ke bawah, keliling Indonesia, dengan berbagai program membangun UMKM, petani, nelayan, dan berbagai kalangan. Termasuk mengajar generasi muda. HT ingin membuat perubahan melalui politik. Perjuangannya pun tak tanggung-tanggung dalam satu tahun, hampir setengah tahun dihabiskannya di daerah-daerah.
Selain memajukan Indonesia dan mengangkat kesejahteraan rakyat, tujuan HT lainnya masuk politik adalah untuk penegakan hukum. “Saya ingin memberantas oknum-oknum yang abuse of power,” pungkasnya. Dengan kepastian hukum Indonesia akan maju lebih cepat.
Padahal jaksa bahkan tak memiliki kewenangan untuk mengusut Mobile 8, terbukti seperti putusan pra peradilan pada 29 November 2016. pra peradilan menyatakan Kejagung tidak punya kewenangan usut kasus Mobile 8.
Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanannya di dunia politik. “Saya tidak ada kaitan sama sekali di dalam proses pra peradilan pun saya tidak ada dalam prosesnya,” ujar HT usai memberi keterangan sebagai saksi di Gedung Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/6/2017).
Dia mengatakan, seharusnya hal-hal seperti itu dilakukan dengan cermat. Karena bisa merugikan nama baik seseorang. “Seperti yang saya katakan nanti kita lihat, siapa yang benar dan siapa yang salah,” ungkap HT. Seperti tertulis dalam penggalan SMS-nya ke Yulianto.
HT melanjutkan, tujuannya masuk politik untuk kemajuan Indonesia. “Untuk kesejahteraan masyarakat, kok saya dikait-kaitkan kasus,” tegasnya.
Karena hal tersebut ironis, di satu sisi dia ingin membangun Indonesia dengan segala kapasitasnya. Namun, di sisi lain namanya dikait-kaitkan seperti diberitakan oleh beberapa media kala itu.
HT menyayangkan pihak yang membawa namanya untuk hal yang tidak terkait dengannnya. Segala pengorbanannya untuk membangun Indonesia, mulai dari waktu, tenaga, materi dan pikiran dicurahkannya.
“Saya maju terus secara objektif saya ingin lihat Indonesia maju, saya ingin lihat masyarakat sejahtera, saya kan keliling kemana-mana,” ungkapnya
Menjawab pertanyaan wartawan, HT menjelaskan, SMS yang dilaporkan Yulianto tidak tepat bila dikatakan intervensi. Bahkan, HT tidak bisa melakukan intervensi karena tidak punya kapasitas untuk melakukan intervensi, tidak memiliki kuasa untuk mengatur. “Saya masyarakat biasa, seperti kalian,” ungkapnya.
Turun ke bawah, keliling Indonesia, dengan berbagai program membangun UMKM, petani, nelayan, dan berbagai kalangan. Termasuk mengajar generasi muda. HT ingin membuat perubahan melalui politik. Perjuangannya pun tak tanggung-tanggung dalam satu tahun, hampir setengah tahun dihabiskannya di daerah-daerah.
Selain memajukan Indonesia dan mengangkat kesejahteraan rakyat, tujuan HT lainnya masuk politik adalah untuk penegakan hukum. “Saya ingin memberantas oknum-oknum yang abuse of power,” pungkasnya. Dengan kepastian hukum Indonesia akan maju lebih cepat.
(kri)