Menjaga Stabilitas Harga

Senin, 22 Mei 2017 - 08:14 WIB
Menjaga Stabilitas Harga
Menjaga Stabilitas Harga
A A A
BEBERAPA hari memasuki Ramadan, pemerintah menjamin ketersediaan stok pangan aman. Berbagai upaya dilakukan seperti melakukan operasi pasar, mengeluarkan stok pangan dari Bulog, hingga pengendalian harga dari distributor sampai pengecer.

Komoditas pangan yang naik secara signifikan beberapa hari terakhir antara lain bawang putih mencapai Rp60.000 per kilogram, cabe rawit merah -yang sejak beberapa bulan lalu masih belum kembali normal- Rp73.000 per kilogram, dan telur ayam naik Rp6.000 menjadi Rp24.000 per kilogram.

Meski kenaikan harga tersebut tidak sama di berbagai daerah, pemerintah harus tetap mengantisipasi dan mengambil langkah tegas. Selain faktor cuaca yang menjadi penyebab terjadinya kenaikan harga pangan, permainan para tengkulak menjadi pemicu utama harga naik terutama menjelang Ramadan dan Lebaran.

Beberapa komoditas yang perlu menjadi perhatian saat ini adalah gula, minyak goreng, daging sapi, cabai, telur, dan bawang. Beberapa komoditas tersebut akan terus bergerak naik bila tidak diawasi secara ketat.

Kenaikan harga komoditas menjelang Ramadan dan Idul Fitri selama ini selalu dianggap wajar, meski hal itu sungguh sangat tidak wajar. Ada yang menilai kenaikan harga pangan akibat meningkatnya distribusi dan logistik sehingga kenaikan harga beberapa komoditas bisa mencapai 20% sampai 50%.

Kepanikan masyarakat akan meningkatnya kebutuhan pangan menjelang Ramadan dan Lebaran ikut menjadi salah satu pemicu kenaikan harga yang dianggap wajar. Pada akhirnya, kepanikan akan membuat oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan penimbunan barang dengan alasan menjaga kecukupan dan ketersediaan barang.

Berbagai alasan tersebut sudah seharusnya diakhiri dengan melakukan deteksi sedini mungkin terhadap supply and demand komoditas pokok menjelang Lebaran.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian tentu sudah memiliki data yang sangat lengkap tentang kebutuhan pangan masyarakat. Indonesia yang memiliki dua musim cuaca dalam setahun bisa digunakan sebagai acuan untuk melakukan peningkatan ketersediaan bahan pokok jenis tertentu.

Daerah yang memiliki keunggulan beberapa komoditas bisa saling mengisi dan bertukar komoditas dengan daerah lain untuk mencukupi kekurangan akibat gagal panen. Sebagai negara agraris, sudah sepatutnya pemerintah mewujudkan swasembada pangan yang selama ini selalu digembar-gemborkan. Pemetaan wilayah yang dianggap memiliki keunggulan akan komoditas tertentu dapat dijadikan patokan oleh pemerintah untuk terus dijaga dan dikembangkan.

Selain menjaga pertanian, peran Bulog sangat dibutuhkan untuk membantu ketersediaan beberapa komoditas tertentu. Hadirnya Bulog di tengah masyarakat saat kebutuhan tinggi akan mengurangi permainan harga di pasar, termasuk mengurangi peran tengkulak.

Berlimpahnya komoditas di pasar membuat harga semakin murah dan kebutuhan pangan tercukupi. Hal-hal seperti itulah yang dibutuhkan setiap kali menjelang Ramadan hingga mendekati Lebaran.

Penyakit menahun tentang stabilisasi harga pangan menjelang Lebaran sudah seharusnya diantisipasi dengan melakukan pemetaan masalah secara dini. Permainan para tengkulak seharusnya tidak terjadi berulang kali, bila pemerintah benar-benar telah menjalankan perannya dengan baik.

Sudah sepatutnya kenaikan harga komoditas yang terjadi hampir merata di seluruh daerah di Tanah Air tidak dianggap sebagai kejadian musiman tahunan. Setiap daerah tentu memiliki alasan tersendiri tentang terjadinya kelangkaan dan kurangnya pasokan pangan.

Masalah tersebut juga tidak lepas dari buruknya infrastruktur yang mengakibatkan distribusi pangan terganggu. Tentu melalui tol laut yang telah dicanangkan oleh pemerintah seharusnya dapat mempermudah distribusi pangan ke berbagai daerah dengan lebih cepat.

Kebutuhan pasar akan ketersediaan stok pangan yang lebih dari cukup pasti dapat meredam kenaikan harga. Untuk mewujudkan hal ini, pemerintah sudah saatnya mengaktifkan dan melibatkan kepala daerah berperan mengatasi kecukupan komoditas pangan.

Kerja sama antara pusat dan daerah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama ketersediaan pangan dengan harga terjangkau setiap hari tanpa kecuali, termasuk saat Ramadan hingga Idul Fitri.
(poe)
Berita Terkait
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Mendata Masyarakat Miskin...
Mendata Masyarakat Miskin Baru
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Berita Terkini
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
2 Pengusaha Penyuap...
2 Pengusaha Penyuap Noel Ebenezer Cs Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Infografis
5 Manfaat Tomat, Menjaga...
5 Manfaat Tomat, Menjaga Daya Tahan Tubuh di Musim Tak Menentu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved