Jokowi Peringatkan Rumah Sakit Terkait Pelayanan Kesehatan

Rabu, 12 April 2017 - 15:47 WIB
Jokowi Peringatkan Rumah...
Jokowi Peringatkan Rumah Sakit Terkait Pelayanan Kesehatan
A A A
BANDUNG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi sejumlah pesan dalam kunjungannya ke Taman Pandawa, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Jokowi ke Bandung dalam rangka membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan pemberian makanan tambahan (PMT), dan Program Keluarga Harapan (PKH), Rabu (12/4/2017).

Secara spesifik, Jokowi memaparkan satu per satu kartu dan program yang diberikan. Untuk KIS, mantan Wali Kota Solo ini mengingatkan, agar warga melapor jika mendapat pelayanan tidak memuaskan di rumah sakit saat menggunakan KIS.

"Kalau pelayanan kurang baik dengan menggunakan KIS, bisa dilaporkan. Bisa lapor ke Pak Wali Kota, Pak Gubernur, Bu Menteri. Kalau masih tidak ditanggapi, bisa lapor ke Presiden," kata Jokowi.

Menurutnya, meski memakai KIS, pelayanan di rumah sakit tetap dibayar oleh pemerintah melalui BPJS. Sehingga, warga yang memiliki KIS berhak mendapat pelayanan maksimal.

"Kalau tidak dilayani dengan baik, dokternya hati-hati, direktur rumah sakitnya hati-hati. Kalau diulang-ulang terus (pelayanan yang kurang baik), saya akan perintahkan dicopot. Setuju enggak? Melayani saja kok enggak baik pada rakyat," jelasnya.

Untuk KIP, Jokowi menjelaskan, siswa SD akan mendapat Rp450 ribu, SMP Rp750 ribu, dan SMA/SMK Rp1 juta. Dia sempat bertanya jumlah itu cukup atau tidak pada para siswa di lokasi. Beberapa di antara mereka sempat berceloteh tidak cukup.

"Ada yang bilang enggak cukup, maju. Silakan maju kalau ada yang bilang enggak cukup, ayo maju," pinta Jokowi.

(Baca juga: Warga Bandung Histeris Disalami Jokowi)

Tak ada siswa yang berani naik ke atas panggung. Dia pun menarik kesimpulan nominal itu akan cukup bagi mereka. "Artinya cukup ya? Dipakai untuk beli buku, beli sepatu, beli tas. Pulsa boleh enggak? Tidak boleh anak-anak, tidak boleh. Kalau ketahuan ada yang dipakai untuk beli pulsa, nanti akan dicabut kartunya," jelasnya.

Jokowi secara khusus berpesan pada ibu-ibu penerima PKH. Uang itu jangan dipakai untuk membeli rokok bagi suaminya. "Hati-hati. Uang itu penggunaannya bukan untuk beli rokok suami. Tapi penyampaiannya yang baik ya. Kalau ketahuan (dibelikan rokok), bisa dicabut PKH-nya," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Resmikan IPAL Losari,...
Resmikan IPAL Losari, Jokowi: Semoga Mampu Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berolahraga di Istana...
Berolahraga di Istana Bogor, Jokowi Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan
Kesehatan Jokowi, Rampai...
Kesehatan Jokowi, Rampai Nusantara: Doa dan Cinta Masyarakat Tak Pernah Putus
KPCDI Sambut Gembira...
KPCDI Sambut Gembira Terbitkan PP Transplantasi Organ dan Jaringan
Bebani Masyarakat, PAN...
Bebani Masyarakat, PAN Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan BPJS Kesehatan
Sekjen LRJ Sebut Agenda...
Sekjen LRJ Sebut Agenda Kunker Presiden ke Haltim Merespon Aspirasi Masyarakat Tani
Berita Terkini
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved