Studi Banding DPR ke Meksiko Dipertanyakan

Rabu, 15 Maret 2017 - 15:24 WIB
Studi Banding DPR ke...
Studi Banding DPR ke Meksiko Dipertanyakan
A A A
JAKARTA - Studi banding Panitia Khusus (Pansus) revisi Undang-Undang Pemilu ke Jerman dan Meksiko untuk mempelajari penerapan pemungutan suara berbasis elektronik (e-voting) dikritik.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, menilai studi banding ke Meksiko untuk mempelajari sistem e-voting kurang tepat.

Menurut dia, banyak negara yang jauh lebih dahulu menerapkan sistem tersebut dan layak menjadi refrensi e-voting dibanding negara di kawasan Amerika tersebut.

“Negara-negara yang berpengalaman soal teknologi pungut hitung antara lain Brasil, Venezuela, India, Filipina, Korea Selatan, Australia, Belanda, Irlandia, Paraguay,” kata Titi melalui pesan tertulisnya, Rabu (15/3/2017). (Baca Juga: KPU: Persiapan E-Voting Bertahap )

Titi mengingatkan, tidak sedikit negara yang gagal melakukan e-voting dn kembali ke proses pemungutan suara konvensional.

Beberapa negara tersebut seperti Belanda yang sudah lama mewacanakan penerapan e-voting. Namun pada 2007 Belanda memutuskan tidak lagi menggunakan e-voting akibat peristiwa politik tahun 2006.

Australia sejak tahun 2006 telah mengujicobakan penerapan e-voting di pemilu negara bagiannya, yaitu di Victoria (2006, 2010) dan Canberra (2012). Namun pada akhirnya Australia memutuskan penerapan e-voting sama sekali tidak meningkatkan kualitas pemilu.

Bahkan tim kajian yang mengevaluasi penerapan e-voting di Victoria dan Canberra menyimpulkan teknologi e-voting berbiaya sangat mahal untuk mencitpakan pemilu aman dan transparan.

Menurut dia, e-voting pada akhirnya hanya diperuntukkan bagi disabilitas dan pemilih di luar negeri, tidak untuk pemilu federalnya secara umum.

“Pembelajaran yang diambil dari luar negeri tersebut semestinya menjadi peringatan bagi pemerintah dan DPR dalam memutuskan penerapan e-voting untuk pemilu Indonesia,” ucap Titi.
(dam)
Berita Terkait
Jimly, Mahfud, dan Refly...
Jimly, Mahfud, dan Refly Hadiri RDPU Komisi II DPR Bahas Pemilu
Perppu Pemilu Disahkan...
Perppu Pemilu Disahkan DPR Jadi Undang-Undang
Argumen Istana Soal...
Argumen Istana Soal RUU Pemilu Tak Menjawab Masalah
RUU Pemilu Dicabut dari...
RUU Pemilu Dicabut dari Prolegnas 2021, Bakal Lahir Perppu?
Maju-Mundur Revisi UU...
Maju-Mundur Revisi UU Pemilu, Kode Inisiatif: Serentak Bukan Hanya Urusan Waktu
Demokrat Sebut Alasan...
Demokrat Sebut Alasan Pemerintah Tolak RUU Pemilu Lemah dan Rapuh
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved