Dialog Nasional Jadi Solusi Pecahkan Persoalan Bangsa

Selasa, 07 Maret 2017 - 01:48 WIB
Dialog Nasional Jadi...
Dialog Nasional Jadi Solusi Pecahkan Persoalan Bangsa
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) Budi Tanu S Wibowo menegaskan pentingnya menggelar dialog nasional.

Dialog nasional merupakan usulan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma'ruf Amin. Gagasan itu muncul setelah banyaknya persoalan yang melanda bangsa Indonesia, belakangan ini. Dialog nasional diharapkan bisa menjadi pemecah persoalan bangsa.

"Kalau menurut saya memang perlu dialog nasional para tokoh nasional. Itu bagian dari cara untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa," kata Sekretaris Jenderal Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) Budi S Tanu Wibowo, Senin 6 Maret 2017 melalui keterangan tertulis.

Dia memperoleh informasi dialog nasional yang digagas KH Ma'ruf Amin akhirnya sampai ke telinga Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak cuma itu, Presiden Jokowi juga mengapresiasi dan berharap gagasan tersebut bisa direalisasikan.

Bahkan dukungan itu diungkapkan Presiden dalam pertemuan tokoh lintas agama bersama Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud di Istana Negara, Jakarta belum lama ini.

"Memang tidak secara langsung, tapi Pak Jokowi menyampaikan hal itu (dialog nasional)," ungkap Budi.

Menurut salah satu tokoh Tionghoa ini, Jokowi meminta para tokoh lintas agama yang hadir dalam pertemuan dengan Raja Salman menjaga kerukunan antarumat beragama.

Sementara itu, Raja Salman memuji toleransi antar umat beragama di Indonesia. Menurut orang nomor satu di Arab Saudi itu, toleransi menjadi modal kuat untuk kemajuan bersama.

"Ya, Raja Salman memuji (toleransi antarumat beragama) Indonesia. Beliau menganggap Indonesia stabil karena ada semangat toleransi yang ditunjukkan antar umat beragama di Indonesia," ungkap Budi.

Raja Salman mengatakan umat beragama harus saling membantu. Tanpa hal itu sulit terjadi persatuan. "Katanya Raja Salman, di Saudi ada kebijakan untuk mendukung dialog antar umat beragama," tambah Budi.

Nah Budi berharap pemerintah juga membuat kebijakan seperti di Saudi yang mendukung dialog nasional. Dengan begitu, dialog nasional tidak hanya digelar sekali lalu hilang.

"Kalau bisa, yang namanya dialog nasional, rembug nasional, atau silaturahmi nasional dilakukan berkelanjutan. Tidak cuma sekali saja. Hari ini bahas apa, besok apa, besoknya lagi bahas apa lagi. Intinya harus dilakukan berkelanjutan agar silaturahmi para tokoh nasional juga semakin erat," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Komisi VIII DPR Tegaskan...
Komisi VIII DPR Tegaskan Pemerintah Tak Berhak Sertifikasi Ulama
Fraksi PKS Tolak Rencana...
Fraksi PKS Tolak Rencana Sertifikasi Ulama oleh Kementerian Agama
MUI Sudah Lakukan Standardisasi...
MUI Sudah Lakukan Standardisasi Dai, Ini Buktinya
Sertifikasi Halal Gratis...
Sertifikasi Halal Gratis Genjot Target 10 Juta Produk Halal
Anies Berharap Kehadiran...
Anies Berharap Kehadiran WHC NU Bisa Menjangkau Konsumen Internasional yang Butuh Produk Halal
Pengurus MUI Sebut Indonesia...
Pengurus MUI Sebut Indonesia Alami Pasar Bebas Ustaz
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved