Angket Ahok Gate Tak Tunggu Fatwa MA

Rabu, 15 Februari 2017 - 05:01 WIB
Angket Ahok Gate Tak...
Angket Ahok Gate Tak Tunggu Fatwa MA
A A A
JAKARTA - Usulan penggunaan hak angket untuk menyelidiki kebijakan pengaktifan kembali Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi Gubernur DKI Jakarta telah diserahkan ke pimpinan DPR.

Usulan hak angket untuk mengungkap persoalan yang disebut dengan istilah Ahok Gate ini akan dibacakan dalam sidang paripurna DPR dalam waktu dekat. (Baca Juga: 90 Anggota DPR Teken Usulan Hak Angket Pengaktifan Ahok )

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menegaskan rencana penggunaan hak angket tidak akan menunggu fatwa Mahkamah Agung (MA) tentang jabatan Ahok.

"Fatwa MA bukan urusan kita, fatwa MA juga tidak mengikat, tidak punya ikatan hukum. Ini (hak angket) juga proses politik untuk menjalankan fungsi pengawasan dalam hal ini adalah pelaksanaan dari sebuah UU. Yang mengusulkan (angket) Ahok Gate ini berpendapat telah terjadi pelanggaran undang-undang," ucap Wakil Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 14 Februari 2017.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta pendapat hukum atau fatwa ke MA terkait pengaktifan jabatan Ahok yang mengundang polemik. (Baca Juga: Mendagri Temui Hakim MA Soal Terkait Fatwa Status Ahok )

Fadli menegaskan meski fatwa MA menyatakan Ahok harus diberhentikan, usulan penggunaan hak angket tetap berjalan.

"Sebagai sebuah usulan akan terus dilanjutkan, karena sebuah pelanggaran UU sudah terjadi," ungkap politikus Partai Gerindra ini.

Fadli mengatakan, fatwa MA merupakan urusan yudikatif, sementara DPR adalah lembaga legislatif.

Menurut dia, sudah menjadi tugas DPR untuk menjalankan fungsi pengawasan.

Dia menjelaskan, 93 anggota DPR dari empat fraksi partai politik di DPR yang menandatangani usulan penggunaan hak angket.

Usulan itu dikatakanya bergantung pada sidang paripurna. Apabila usulan disetujui maka akan ditindaklanjuti dengan pembentukan panitia khusus (pansus).

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menegaskan fatwa MA tidak mengikat dan tidak menggugurkan hak angket yang diajukan DPR.

"Hak angket punya dasar penting untuk memastikan presiden melanggar undang-undang. Fatwa itu tidak mengikat DPR untuk meneruskan investigasinya," ungkapnya di Gedung DPR.
(dam)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
DPR Sebut Tindakan Penganiayaan...
DPR Sebut Tindakan Penganiayaan Perawat Jauh dari Norma dan Adat Istiadat
Lewat Sebuah Buku, Desmond...
Lewat Sebuah Buku, Desmond Mahesa Ungkap Seluk-Beluk tentang DPR
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved