Gerindra Tunggu Draf Hak Angket Kasus Penyadapan SBY-Ma'ruf Amin

Jum'at, 03 Februari 2017 - 15:27 WIB
Gerindra Tunggu Draf...
Gerindra Tunggu Draf Hak Angket Kasus Penyadapan SBY-Ma'ruf Amin
A A A
JAKARTA - Fraksi Partai Gerindra tidak mau gegabah merespons wacana hak angket untuk dugaan penyadapan pembicaraan Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin.

Fraksi Partai Gerindra ingin melihat draf hak angket itu terlebih dahulu. Karena itu Fraksi Gerindra belum bisa menyikapi wacana yang digulirkan oleh ‎Fraksi Partai Demokrat itu.‎

"Pertama, kita harus melihat dulu drafnya bagaimana, kalau bicara hak angket dan macam-macam itu, kita harus lihat dulu apakah ada benang merah kita gunakan hak angket itu," kata‎ politikus Partai Gerindra Desmond J Mahesa, Jumat (3/2/2017).

Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra ini menilai hak angket tepat dilakukan DPR jika hasil sadapan pembicaraan SBY dengan Ma'ruf Amin ‎pada 7 Oktober 2016 itu dari pemerintah. "Kalau tidak ada itu, hak angket itu tidak tepat," tutur Desmond.

Dia mengungkapkan, hingga kini Fraksi Gerindra belum mengetahui isi draf hak angket itu. ‎"Mana mungkin hak angket kalau kita belum tahu draf itu," kata Desmond.

Desmond mengaku, sudah diberitahu Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Benny Kabur Harman, mengenai wacana hak angket itu.

"Tapi saya belum baca drafnya, tidak tahu arahnya ke mana. Mana mungkin saya rapatkan ke fraksi," ungkapnya.

Karena lanjut dia, hak angket bukan bicara perorangan, namun tentang kebijakan fraksi. Sehingga dirinya enggan berkomentar jauh mengenai wacana hak angket itu.

‎"Intinya, kita akan menunggu draf dulu sampai kita baca dulu, baru kita sikapi," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Kemenag Sebut 16 Kekerasan...
Kemenag Sebut 16 Kekerasan Seksual yang Bisa Dipidana sebagai
RUU Penyadapan Diusulkan...
RUU Penyadapan Diusulkan Masuk Prolegnas Prioritas 2026
Trump Dituduh Melakukan...
Trump Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Mantan Model
Kronologi Pelecehan...
Kronologi Pelecehan terhadap Jurnalis Perempuan di KRL
Demonstran di Pandeglang...
Demonstran di Pandeglang Diduga Lecehkan Wartawan, Polisi Periksa Saksi
KY Usulkan Penyadapan...
KY Usulkan Penyadapan Mandiri untuk Mengawasi Kinerja Hakim
Berita Terkini
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved