Gerakan Nasional Antihoax untuk Menyadarkan Masyarakat

Kamis, 26 Januari 2017 - 14:09 WIB
Gerakan Nasional Antihoax...
Gerakan Nasional Antihoax untuk Menyadarkan Masyarakat
A A A
JAKARTA - Bangsa Indonesia tengah menghadapi berbagai macam ancaman. Masyarakat sekarang rentan menghadapi serangan berita bohong (hoax).

Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax (MIAH) Septiaji Eko Nugroho mengatakan, meskipun lembaganya baru tebentuk pihaknya sudah melakukan gerakan nasional antihoax ke seluruh Indonesia. Langkah pertama, kata dia MIAH lebih bermain di hulu dari masyarakat ke masyarakat.

"Kami mengimbau marilah kita sama-sama menggunakan media sosial (medsos) untuk hal-hal yang sifatnya sinergis dan edukatif, jangan saling memecah belah," ujar Septiaji di Jakarta, Rabu, 25 Januari 2017.

Menurutnya gerakan ini lebih banyak kepada moral untuk menyadarkan masyarakat tentang bagaimana menyikapi keberadaan media dan media sosial digunakan secara positif. Gerakan yang dibangunnya juga mengajarkan dan mengajak masyarakat untuk memahami bahaya penyebaran hoax dari sisi hukum, agama, kesusilaan, dan kesopanan.

"Hoax sudah menyebar dan menimbulkan keresahan di masyarakat," ucapnya.

Dia menerangkan, kegiatan di hulu ini lebih banyak melakukan edukasi, literasi, sosialisasi, dan silaturahmi dengan berbagai lembaga pendidikan, ormas, tokoh lintas agama, profesi, budaya, dan pendidikan. Dia menuturkan, MIAH juga mensinergikan kekuatan relawan dari berbagai daerah untuk bersama menjadi pendorong sebagai duta antihoax.

Dia menambahkan, dari sisi hilir pemerintah sebenarnya sudah menyuarakan antisipasi hoax. Pihaknya sendiri telah beraudiensi dengan Polri dan diterima langsung Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Baca: Jelang Pilkada, Informasi Hoax Bertebaran di Media Sosial)

"Gerakan kami lebih banyak literasi, membaca, dan menulis di medsos supaya masyarakat tidak main share, tanpa tahu berita itu benar atau tidak, tapi bisa memilah mana berita benar, mana yang tidak," ucapnya.
(kur)
Berita Terkait
Peran IT dan Media Sosial...
Peran IT dan Media Sosial di Bidang Hukum di Mata Advokat Senior Stefanus Gunawan
Pemerintah Indonesia...
Pemerintah Indonesia Kaji Aturan Batas Usia Medsos, Bye-Bye TikTok untuk Anak di Bawah Umur?
Australia Bakal Melarang...
Australia Bakal Melarang Anak di Bawah Umur dari Media Sosial: Minimal 16 Tahun!
Maksimalkan Beragam...
Maksimalkan Beragam Fitur Sosmed, Brand Mahasiswa ini Tembus Negeri Tetangga
Mangkus-Sangkil Media...
Mangkus-Sangkil Media Sosial
Hadirkan Teknologi Inovatif...
Hadirkan Teknologi Inovatif untuk Pelanggan, Blibli Bersaing secara Global
Berita Terkini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved