KPK Usut Kasus Lain yang Diduga Libatkan Emirsyah Satar

Senin, 23 Januari 2017 - 17:57 WIB
KPK Usut Kasus Lain...
KPK Usut Kasus Lain yang Diduga Libatkan Emirsyah Satar
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengusut kasus dugaan korupsi lain yang melibatkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

Saat ini, Emirsyah telah menyandang statu tersangka kasus suap dalam pengadaan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia dari Roll Royce.

Status yang sama juga diberikan terhadap Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd yang juga pendiri Mugi Rekso Abadi (MRA) Group sebagai tersangka. (Baca juga: Kasus Pengadaan Mesin Pesawat, Soetikno Diduga sebagai Perantara Suap)

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengakui institusinya pernah menerima informasi atau pengaduan masyarakat tentang indikasi korupsi Emirsyah Satar selain kasus tersebut.

"Ada beberapa info yang beredar soal itul, kami akan cek kembali. Karena itu beberapa tahun lalu. Kita akan lihat update-nya sampai di mana dan adakah keterkaitan dalam penyidikan yang kita lakukan saat ini," tutur Febri saat menggelar konferensi pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (23/1/2017) sore.

Menurut dia, KPK terlebih dahulu mengkaji laporan pengaduan masyarakat. Apabila masuk kategori korupsi maka akan ditindaklanjuti dengan mengumpulkan bahan dan keterangan secara tertutup.

Artinya, kata Febri, laporan pengaduan masyarakat yang diterima Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK bisa dikembangkan."Segala info tentu saja sangat berarti bagi KPK. Memang info tersebut nanti kita pilah, mana yang relavan dan kemudian bisa ditindaklanjuti lebih dalam," tandasnya.

Febri menegaskan saat ini KPK masih fokus pada penyidikan atas kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dengan tersangka Emirsyah dan Soetikno.

Dia mengakui mantan pimpinan KPK pernah menyampaikan ihwal kasus lain Emirsyah saat rapat kerja KPK dengan DPR beberapa waktu sebelumnya.

"Sebelumnya ketika rapat di DPR, mantan pimpinan KPK itu mengatakan belum cukup bukti. Kita akan lihat lagi. Tapi sekali lagi kami sampaikan KPK masih menyidik kasus indikasi suap ESA (Emrisyah Satar-red). Karena kasusnya suap tentu fokus aliran dana pihak terkait apakah penerima, perantara atau pemberi dalam kasus ini danperan masing-masing termasuk hubungan dan jabatan pihak penerima," tutur Febri.
(dam)
Berita Terkait
Yusril: Berita Korupsi...
Yusril: Berita Korupsi Terkait Pembelian Pesawat Mirage Qatar adalah Pembusukan Politik
Dugaan Korupsi Pembelian...
Dugaan Korupsi Pembelian Pesawat Tempur Mirage 2000-5, Koalisi Masyarakat Sipil Datangi KPK
3 Tersangka Korupsi...
3 Tersangka Korupsi Lahan SMKN 7 Tangsel Rugikan Negara Rp10,5 Miliar
KPK Usut Pembelian Pesawat...
KPK Usut Pembelian Pesawat Jet Pribadi Lukas Enembe
Junta Myanmar Tuduh...
Junta Myanmar Tuduh Suu Kyi Korupsi Pembelian Helikopter
DPR Akan Minta Penjelasan...
DPR Akan Minta Penjelasan Prabowo Soal Pembelian Pesawat Tempur
Berita Terkini
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved