Kicauan SBY Bikin Gerah Politikus Partai Pendukung Pemerintah

Minggu, 22 Januari 2017 - 12:14 WIB
Kicauan SBY Bikin Gerah...
Kicauan SBY Bikin Gerah Politikus Partai Pendukung Pemerintah
A A A
JAKARTA - Setelah politikus Partai Hanura Dadang Rusdiana, giliran politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan melancarkan kritik terhadap kicauan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Twitter.

Arteria menilai cuitan SBY di Twitter tidak tepat di tengah upaya pemerintah mempersatukan seluruh elemen bangsa.

SBY melalui akun Twitter pribadinya @SB Yudhoyono menyatakan keprihatianannya terhadap negara saat ini. Menurut SBY, saat ini juru fitnah dan penyebar hoax berkuasa dan merajalela. "Kapan rakyat dan yang lemah menang," tulisnya, Jumat 20 Januari 2017. (Baca juga: SBY: Ya Allah Negara Kok Jadi Begini)

Arteria menyebut kicauan SBY membingungkan. Dia menilai tidak jelas maksud dan tujuannya, serta ditujukan kepada siapa. Dia mengingatkan, rakyat sudah lelah melihat akrobat politik yang cenderung tidak terkontrol.

"Lebih baik semua pihak menahan diri," kata Arteria melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (22/1/2017).

Anggota Komisi II DPR itu mengimbau kepada semua pihak untuk merapatkan barisan. Bahu membahu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di mata Arteria, tensi politik yang terjadi saat ini bukan hanya efek dari kompetisi lokal untuk merebut kekuasaan secara konstitusional, tetapi ada ancaman besar terkait disintegrasi bangsa.

"Pada titik inilah, hendaknya semua pihak melihat dengan perspektif keindonesiaan, mengingat saat ini kebencian begitu mudahnya ditebar. Kita semua seolah lupa bahwa kita ini satu keluarga, keluarga besar Indonesia Raya," ujarnya.

Sebelumnya, politikus Partai Hanura Dadang Rusdiana juga mengkritik kicauan SBY. Menurut dia, setiap pemimpin memiliki kekurangan, baik era SBY maupun Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dia mengingatkan, seharusnya dalam situasi sekarang Presiden keenam Indonesia itu mendukung Jokowi. "Harusnya kita dukung, kita hormati posisi Presiden jangan sampai dituduh lain-lain, apalagi penyebar hoax," ujar Dadang kepada SINDOnews melalu telepon, Jakarta, Sabtu 21 Januari 2017. (Baca juga: Politikus Hanura Peringatkan SBY Jangan Komentar yang Aneh-aneh)

Menurutnya, situasi nasional semakin memanas menjelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Dia khawatir, situasi bertambah keruh jika ada komentar yang menimbulkan polemik.
(dam)
Berita Terkait
Anas Urbaningrum Berkicau...
Anas Urbaningrum Berkicau soal Di Puncak Tapi Bukan Pendaki, Sindir Siapa?
AHY Luncurkan ‘Demokrat...
AHY Luncurkan ‘Demokrat Newsletter’, Media Digital Partai Demokrat
Andi Arief Kesal Diserang...
Andi Arief Kesal Diserang Hoaks, Netizen: Laporkan Dong
Gorengan, Cabai Rawit,...
Gorengan, Cabai Rawit, dan Secangkir Kopi di Meja Kerja AHY
Implementasikan Smart...
Implementasikan Smart Party, Bakomstra DPP Apresiasi War Room Demokrat Jakarta
Perang Tagar dan Pesan...
Perang Tagar dan Pesan Berantai Andi Arief Pertanda KLB Demokrat Makin Dekat
Berita Terkini
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved