PAN: Presidential Threshold Hambat Proses Kompetisi

Senin, 16 Januari 2017 - 18:58 WIB
PAN: Presidential Threshold...
PAN: Presidential Threshold Hambat Proses Kompetisi
A A A
JAKARTA - Usulan agar ambang batas‎ parlemen (Parliamentary Threshold) dan ambang batas pencapresan (Presidential Threshold) 0% terus mendapat dukungan. Kali ini, Partai Amanat Nasional (PAN)‎ mendukung usulan tersebut.

Pasalnya, selain mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 14/PUU-XI/2013, PAN menilai penerapan Presidential Threshold dapat menghambat proses kompetisi dan calon presiden wajah baru.

"‎Untuk apalagi dibatasi, dengan semakin tingginya PT, itu akan mengurangi tumbuhnya calon-calon baru dan akan menghambat proses kompetisi‎," ujar Wakil Ketua Umum PAN ‎Viva Yoga Mauladi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/1/2017).

Di samping itu, kata dia, ‎Presidential Threshold 0%‎ untuk membuka peluang regenerasi pemimpin bangsa. "‎Artinya kan semakin banyak calon semakin bagus," tuturnya.

‎Dia yakin, tidak semua partai politik (parpol) akan mengusung calon presiden masing-masing walaupun Presidential Threshold 0% nantinya. Kemudian, Parliamentary Threshold 3,5 % sebelum tidak ‎efektif sebagai alat penyederhanaan jumlah parpol.

"Disproporsionalnya semakin tinggi, maka akan mengurasi atau merendahkan tingkat representasi derajat keterwakilan," tutur anggota Pansus Rancangan Undang-undang Pemilu ini.

Selain itu, penerapan Parliamentary Threshold dapat menyebabkan suara sah nasional banyak yang hilang. "Atau tidak bisa dikonversi menjadi kursi," kata wakil ketua Komisi IV DPR ini.
(kri)
Berita Terkait
Jimly, Mahfud, dan Refly...
Jimly, Mahfud, dan Refly Hadiri RDPU Komisi II DPR Bahas Pemilu
Perppu Pemilu Disahkan...
Perppu Pemilu Disahkan DPR Jadi Undang-Undang
Argumen Istana Soal...
Argumen Istana Soal RUU Pemilu Tak Menjawab Masalah
RUU Pemilu Dicabut dari...
RUU Pemilu Dicabut dari Prolegnas 2021, Bakal Lahir Perppu?
Maju-Mundur Revisi UU...
Maju-Mundur Revisi UU Pemilu, Kode Inisiatif: Serentak Bukan Hanya Urusan Waktu
Demokrat Sebut Alasan...
Demokrat Sebut Alasan Pemerintah Tolak RUU Pemilu Lemah dan Rapuh
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Ilmuwan Temukan Gelombang...
Ilmuwan Temukan Gelombang Kematian, Proses Awal Meninggal Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved