Alasan Gerindra Sepakat Presidential Threshold 0%

Senin, 16 Januari 2017 - 16:57 WIB
Alasan Gerindra Sepakat...
Alasan Gerindra Sepakat Presidential Threshold 0%
A A A
JAKARTA - ‎Partai Gerindra menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 14/PUU-XI/2013 terkait Pemilu Serentak final dan mengikat. Itu mengapa partai yang dipimpin Prabowo Subianto ini sepakat agar ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold) dan ambang batas pencapresan (Presidential Threshold) 0% untuk Pemilu Serentak 2019.

‎"Soal presidential threshold, Gerindra mengusulkan itu kembali ke putusan MK, di mana 0 persen, hak menjadi partai politik peserta Pemilu," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/1/2017).

Kata dia, partainya khawatir jika Undang-undang Pemilu nantinya berbeda dengan putusan MK tersebut, maka akan digugat ke MK. Menurut dia, tidak salah jika jumlah calon presiden di Pemilu Serentak 2019 nantinya begitu banyak. Terlebih, lanjut dia, ‎jumlah penduduk Indonesia sekitar 230 juta orang.

"‎Itu menggambarkan aspirasi masyarakat jadi pemimpin di tingkat nasional," kata Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR ini.

‎Dia berpendapat, menjadi rancu jika hasil Pemilu 2014 dijadikan syarat bagi partai politik yang ingin mengajukan calon presiden di Pemilu 2019, sebagaimana usulan pemerintah dalam draf RUU Pemilu.

"Misalnya Gerindra 73 orang, itu sudah digunakan di 2014, masak akan digunakan prosentase jumlah yang sama. Ini sesuatu yang tidak fair," pungkas anggota Komisi I DPR ini.
(kri)
Berita Terkait
Jimly, Mahfud, dan Refly...
Jimly, Mahfud, dan Refly Hadiri RDPU Komisi II DPR Bahas Pemilu
Perppu Pemilu Disahkan...
Perppu Pemilu Disahkan DPR Jadi Undang-Undang
Argumen Istana Soal...
Argumen Istana Soal RUU Pemilu Tak Menjawab Masalah
RUU Pemilu Dicabut dari...
RUU Pemilu Dicabut dari Prolegnas 2021, Bakal Lahir Perppu?
Maju-Mundur Revisi UU...
Maju-Mundur Revisi UU Pemilu, Kode Inisiatif: Serentak Bukan Hanya Urusan Waktu
Demokrat Sebut Alasan...
Demokrat Sebut Alasan Pemerintah Tolak RUU Pemilu Lemah dan Rapuh
Berita Terkini
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved