Ancam Pengguna Medsos Menyimpang, Pemerintah Ingin Ciptakan Diktator Baru

Kamis, 05 Januari 2017 - 11:17 WIB
Ancam Pengguna Medsos...
Ancam Pengguna Medsos Menyimpang, Pemerintah Ingin Ciptakan Diktator Baru
A A A
JAKARTA - Pemerintah ingin menciptakan diktator baru dengan melakukan tindakan repsresif terhadap pengguna medsos yang dianggap menyimpang. Tindakan jelas tidak sejalan dengan alam demokrasi dan kebebasan mengemukakan pendapat.

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Al Mahsyari dan anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Gerindra, El Nino M Husein Mohi menilai tindakan pemerintah itu mengekang kebebasan masyarakat untuk berpendapat. "Yang pasti tidak boleh mengekang kebebasan berpendapat sepanjang pendapat tersebut benar dan bertanggung jawab, ujar Abdul Kharis,

Senada, El Nino M Husein Mohi menilai ancaman yang disampaikan pemerintah terhadap medsos sebagai bentuk paranoid pemerintah hari ini. "Jangan sampai niat awal dalam penertiban media sosial, pemblokiran situs online itu melenceng. Alih-alih melakukan perbaikan, justru yang terjadi adalah pemerintah yang paranoid melakukan itu semua untuk melindungi dirinya atau ingin menciptakan kediktatoran yang baru," ungkapnya.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Menko Polhukam Wiranto mengeluarkan ancaman terhadap pengguna medsos yang dianggap menyimpang usai rapat Kabinet di Istana Bogor, Rabu (4/1/2017). Tindakan tersebut didasari untuk menertibkan media sosial agar bisa berjalan secara etis, bermartabat, dan tidak merugikan kepentingan nasional. (Baca juga : Pemerintah Ancam Pengguna Medsos Menyimpang)

Ucapan Wiranto ini bukan yang pertama. Sebelumnya, mantan Panglima TNI juga mengeluarkan pernyataan mengancam usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta (29/12/2016). Menurutnya, langkah tegas tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang telah direvisi menjadi UU No 19 Tahun 2016. Menurut dia langkah tersebut diambil demi kemaslahatan bersama.

Ancaman yang sama juga disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki (30/12/2016). Dalam pandangannya, medsos kini telah menjadi ajang fitnah, bukan sarana komunikasi positif. Dia menyangkal langkah tersebut sebagai bentuk antikritik, tapi sebagai upaya membuat medsos di Tanah Air menjadi lebih ramah. (Mula Akmal/Kiswondari/Setkab Go.Id)
(bbk)
Berita Terkait
Jokowi Sebut Media Konvensional...
Jokowi Sebut Media Konvensional Mulai Terdesak: Yang Dominan adalah Media Sosial
Jokowi Ajak Isi Medsos...
Jokowi Ajak Isi Medsos dengan Narasi Teduh dan Sejuk
Warganet Kecewa, Ramai-ramai...
Warganet Kecewa, Ramai-ramai Unfollow Akun Medsos Jokowi
Jokowi Sebut Medsos...
Jokowi Sebut Medsos Jadi Tantangan Kerukunan Umat Beragama
Riuh Putusan MK di Media...
Riuh Putusan MK di Media Sosial, Jokowi: Tapi yang Dibicarakan Tetap si Tukang Kayu
Kaesang Bela Gibran...
Kaesang Bela Gibran Jawab Kritik Netizen di Media Sosial
Berita Terkini
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik MBG Andri Mulyono Jadi Tersangka
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
Infografis
Presiden Erdogan Ingin...
Presiden Erdogan Ingin Membentuk Tatanan Dunia Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved