Kelompok Radikal Tunggu Waktu yang Tepat untuk Menyerang

Kamis, 27 Oktober 2016 - 14:06 WIB
Kelompok Radikal Tunggu...
Kelompok Radikal Tunggu Waktu yang Tepat untuk Menyerang
A A A
JAKARTA - Gerakan radikalisme, baik berbasiskan agama maupun ideologi tertentu semakin tumbuh subur di Indonesia. Munculnya gerakan radikalisme ini disebabkan pemahaman agama yang sempit dan parsial serta sebatas kontekstual sehingga menimbulkan kecurigaan antarpemeluk agama tertentu.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan, maraknya aksi teror pada kurun waktu tahun 2000-2016 membuktikan bahwa kelompok radikalisme masih bergentayangan. Menurutnya, mereka menunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan termasuk pembunuhan, baik dilakukan secara sendiri-sendiri maupun berkelompok terhadap target yang telah tentukan.

"Gerakan radikalisme-terorisme ini semakin menemukan bentuk brutalitasnya manakala penanganannya secara parsial dan tidak terkoordinasi antarinstitusi penegak hukum, dan tidak komprehensif," ujar Suhardi, Kamis (27/10/2016).

Dia mencontohkan, berbagai serangan terorisme telah mengancam instalasi penting negara seperti listrik di Tangerang, pusat perbelanjaan, dan Bandara Soekarno Hata. Serangan lainnya kata dia, juga terjadi di Cafe Sari dan Paddy’s Pub di Bali, Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton di Jakarta, kantor Kedutaan Besar Australia di Jakarta dan aksi-aksi pemboman lainnya. (Baca: BNPT Ungkap Wilayah Ini Bakal Jadi Markas Teroris di Indonesia)

"Bahkan tempat ibadah pun tidak luput dari aksi pengeboman seperti bom bunuh diri di masjid Mapolresta Cirebon, masjid Istiqlal di Jakarta serta gereja yang ada di berbagai kota di Indonesia pada tahun 2000 silam," ucapnya.
(kur)
Berita Terkait
Deklarasi Kesiapsiagaan...
Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional Dalam Rangka Penanggulangan Terorisme
BNPT Optimalkan Pencegahan...
BNPT Optimalkan Pencegahan Terorisme Melalui Kearifan Lokal
BNPT dan CUTA Belgia...
BNPT dan CUTA Belgia Teken MoU Penanggulangan Terorisme
Jabat Kepala BNPT, Ini...
Jabat Kepala BNPT, Ini Tantangan Bagi Boy Rafli Amar
BNPT Susun Strategi...
BNPT Susun Strategi Realisasi Tindak Lanjut PP Kompensasi Korban Terorisme
Setara Institute Kritik...
Setara Institute Kritik Rancangan Perpres Tugas TNI dalam Atasi Terorisme
Berita Terkini
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
PPATK Ungkap Perputaran...
PPATK Ungkap Perputaran Dana Judi Online Turun hingga Rp286,84 Triliun di Era Prabowo
Yane Bima Arya Harap...
Yane Bima Arya Harap Setiap Anak Peroleh Kasih Sayang dan Rasa Aman
90 AKBP Dapat Promosi...
90 AKBP Dapat Promosi Jabatan Jadi Kombes Pol pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Samin Tan Cs Segera...
Samin Tan Cs Segera Disidang Kasus Korupsi Tambang
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved