Budi Gunawan Sebut Ada Dua Ancaman Intai NKRI

Rabu, 07 September 2016 - 13:21 WIB
Budi Gunawan Sebut Ada...
Budi Gunawan Sebut Ada Dua Ancaman Intai NKRI
A A A
JAKARTA - Calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Pol Budi Gunawan (BG) memaparkan sejumlah ancaman yang bakal dihadapi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ancaman itu dibagi menjadi dua, faktor eksternal dan internal.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon Kepala BIN, Budi Gunawan ‎mengatakan, ancaman dari eksternal itu mencakup skala global dengan ketegangan di berbagai wilayah.

Di antaranya ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Rusia, ketegangan di Laut China Selatan, ketegangan di Semenanjung Korea, gejolak di Turki dan konflik Timur Tengah serta di Amerika Selatan.

Di samping itu, hegemoni ekonomi juga dinilainya perlu diwaspadai. Menurut BG, hegemoni itu dapat d‎iselesaikan melalui forum kerja sama ekonomi antarnegara.

Budi Gunawan mengungkapkan, adanya persaingan global dalam bidang politik, hukum dan keamanan yang terjadi dalam bentuk ancaman proxy war. ‎Terlebih, perkembangan teknologi informasi membuat meningkatnya penggunaan internet dan smartphone.

Dengan fenomena ini sehingga menimbulkan ancaman infiltrasi melalui dunia maya dan telekomunikasi serta informasi atau cyber war. Lalu potensi aliran ekstrim, radikalisme, terorisme dan fundamentalisme yang semakin meningkat‎ dengan provokasi dan infiltrasi dari luar negeri ke dalam negeri juga perlu diwaspadai.

Contohnya ISIS, jaringan teroris pimpinan Santoso ‎serta kelompok bersenjata dari luar negeri yang mengancam warga negara Indonesia. Adapun ancaman dari dalam negeri yakni perkembangan aliran ekstrim kiri yang terus meningkat dengan berbagai paham antipancasila seperti komunisme.

Sengketa di area perbatasan pun dianggapnya perlu diantisipasi. Ancaman dari dalam negeri lainnya adalah pelaksanaan Pilkada Serentak 2017, 2018 dan pelaksanaan Pemilu Serentak 2019.‎

"Potensi konflik sosial dan intoleransi, kejahatan yang terorganisir serta kondisi ekonomi yang masih rentan, apalagi diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dan fluktuasi nilai tukar rupiah, pertumbuhan ekonomi yang berhubungan dengan pembangunan infrastruktur dan kurangnya pasokan kebutuhan pokok," ujar Budi Gunawan di Ruang Rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/9/2016).
(maf)
Berita Terkait
Perangi COVID-19, BIN...
Perangi COVID-19, BIN Semprotkan Disinfektan di Jalanan Ibukota
Uji Kelayakan dan Kepatutan...
Uji Kelayakan dan Kepatutan Kepala BIN
Struktur di BIN Bertambah,...
Struktur di BIN Bertambah, Kini Ada Deputi Intelijen Pengamanan Aparatur
DPR Nilai Sudah Sewajarnya...
DPR Nilai Sudah Sewajarnya BIN di Bawah Presiden
Jokowi Putuskan Tunjangan...
Jokowi Putuskan Tunjangan Agen Intelijen Naik, Ini Besarannya
BIN Berbagi Sembako...
BIN Berbagi Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved