Rapat Kerja di DPR, Menteri Yohana Dikritik Habis-habisan

Kamis, 01 September 2016 - 16:12 WIB
Rapat Kerja di DPR,...
Rapat Kerja di DPR, Menteri Yohana Dikritik Habis-habisan
A A A
JAKARTA - ‎Sikap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise Yang hanya sekadar mengimbau dengan adanya fakta prostitusi gay online mendapat dikritik.

Kritikan itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR Kuswiyanto di hadapan Menteri PPPA Yohana Yembise saat rapat kerja di Ruang Rapat Komisi VIII DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/9/2016).

‎"Ini fenomena gunung es, ibu masih mengimbau. Ini kok pemerintah masih mengimbau. Saatnya action bukan mengimbau lagi, karena kejahatan di depan kita. Lebih realistis lah," ujar Kuswiyanto.‎

Kementerian PPPA selama ini pun dianggap mengabaikan korban kejahatan seksual. Menurut dia, tidak ada pernyataan satu pun yang diungkapkan Menteri Yohana mengenai penyelesaian korban kejahatan seksual.‎

Dia pun meminta Menteri Yohana segera berkoordinasi dengan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk memikirkan program rehabilitasi bagi korban kejahatan seksual.

"Statement berkaitan korban tidak ada, wong ini mau mengakhiri bagaimana? Korban yang banyak itu mau diapakan?" tuturnya.

Dalam kesempatan itu, program Three Ends ‎dari Menteri Yohana pun dianggap tidak berjalan. Sebab, masih banyak kekerasan seksual terjadi, bahkan perdagangan anak. Terakhir, Bareskrim Polri membongkar praktik prostitusi gay online‎ yang melibatkan 99 anak laki-laki di bawah umur.

"Three Ends harus ditinjau. Kelihatannya bagus, tapi omong kosong. Kemarin niatnya mengakhiri, tapi tidak mengakhiri," tegasnya.

Adapun program Three Ends ‎itu adalah end violence againts women and children (akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak), end human trafficking (akhiri perdagangan manusia), dan end barriers to economic justice (akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan).
(kri)
Berita Terkait
KPAI Tegaskan Adopsi...
KPAI Tegaskan Adopsi Ilegal Bisa Dijerat UU TPPO Jika Ambil Keuntungan Jual Beli Bayi
KPAI Catat Ada 59 Kasus...
KPAI Catat Ada 59 Kasus Penculikan hingga TPPO Anak dengan Modus Adopsi Ilegal Sepanjang 2023
KPPPA Telusuri Korban...
KPPPA Telusuri Korban TPPO Pornografi Anak Temuan PPATK
Komnas Perlindungan...
Komnas Perlindungan Anak Desak Polisi Usut TPPO di Tempat Hiburan Malam Karawang
Penangkapan Kawanan...
Penangkapan Kawanan Pelaku TPPO di Banten
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap 28 Kasus TPPO dalam 20 Hari, 29 Pelaku Ditangkap
Berita Terkini
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
KPK Periksa Sekjen Kementerian...
KPK Periksa Sekjen Kementerian ATR/BPN dan Pejabat Kemenhut terkait Kasus Bupati Kuansing
Soal Jet Pribadi saat...
Soal Jet Pribadi saat Kunker, Menteri PU: Itu Pesawat Negara, Dioperasikan Kemenhub
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved