Panglima TNI Sebut Terorisme Adalah Bentuk Proxy War di Indonesia

Senin, 29 Agustus 2016 - 15:05 WIB
Panglima TNI Sebut Terorisme...
Panglima TNI Sebut Terorisme Adalah Bentuk Proxy War di Indonesia
A A A
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengimbau masyarakat agar waspada terhadap paham terorisme. Gatot pun menyebut terorisme sebagai salah satu bentuk proxy war di Indonesia.

Untuk diketahui, poxy war atau perang proksi adalah perang yang terjadi ketika lawan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti atau berkelahi satu sama lain secara langsung.

Gatot membantah, anggapan bahwa terorisme yang terjadi di Indonesia dan di dunia akibat faktor ketidakadilan. Dia menyebut aksi teror belakangan ini terjadi karena motif perebutan energi.

"Masalah terorisme sebenarnya berlatar belakang energi, ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) sebagai contoh nyatanya,” kata Gatot melalui keterangan pers yang diterima Sindonews, Senin (29/8/2016).

Belakangan ini sepak terjang ISIS melalui aksi teror memang menjadi perhatian dunia. Gatot mengatakan, ISIS tengah gencar melakukan perekrutan anggota dari seluruh negara, termasuk Indonesia.

Menurut Gatot, banyak anak-anak Indonesia saat ini berada di Suriah. Mereka diberi pelatihan menembak, militer dan dididik menjadi pasukan ISIS.

“Anak-anak itu dicuci otak untuk menjadi teroris. Apabila mereka terdesak di Suriah, mereka akan kembali ke negara asal dan mengadakan perjuangan di wilayahnya masing-masing,” ungkap Gatot.

Maraknya perekrutan yang dilakukan kelompok teroris juga didukung dana dari luar. Gatot mengatakan, dana teroris yang masuk ke Indonesia paling besar berasal dari wilayah Australia, Malaysia, Brunei dan Filipina.

Uang tersebut kata Gatot, masuk ke Indonesia melalui sejumlah yayasan. Namun sayang, Indonesia belum bisa mencegah lantaran terbentur dengan Undang-undang (UU). "Teroris adalah kejahatan negara. Kita harus berani menyikapi," tegas Gatot.
(maf)
Berita Terkait
Hebatnya Satuan Korps...
Hebatnya Satuan Korps Hiu Kencana Koarmada II Bertugas dalam Senyap
Lindungi Kedaulatan...
Lindungi Kedaulatan NKRI, Indonesia Rancang Strategi Keamanan Nasional
Ancaman Hoaks Terhadap...
Ancaman Hoaks Terhadap Kedaulatan NKRI di Dunia Siber
Pemerintah Diminta Tegas...
Pemerintah Diminta Tegas dan Serius Jaga Kedaulatan NKRI
Syarief Hasan Demokrat...
Syarief Hasan Demokrat Nilai China Lecehkan Kedaulatan NKRI
Kopassus Ajak Keluarga...
Kopassus Ajak Keluarga Besar TNI Jaga Kedaulatan NKRI
Berita Terkini
Keterlibatan TNI dalam...
Keterlibatan TNI dalam Penggeledahan Polri 8-10 Juli 2026
TASPEN Salurkan Santunan...
TASPEN Salurkan Santunan JKK dan JKM Rp1,08 Miliar untuk Dua Keluarga ASN di Kepri
Temui Warga Mangkang,...
Temui Warga Mangkang, Wali Kota Agustina Intervensi Sektor Kesehatan, Hunian, hingga Pengairan
Tinjau Tambak Lorok,...
Tinjau Tambak Lorok, Wali Kota Agustina Siapkan Penanganan untuk Kurangi Dampak Rob
Menko Polkam Ajak Semua...
Menko Polkam Ajak Semua Penegak Hukum Kedepankan Kepentingan Bangsa: Tidak Perlu Ada Suasana Memanas
KPK Duga Rumah Jampidsus...
KPK Duga Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Atas Nama Orang Lain
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved