Pemerintah Akan Beri Tanah Gratis 4 Juta Hektare kepada Rakyat
Selasa, 16 Agustus 2016 - 16:23 WIB
Pemerintah Akan Beri Tanah Gratis 4 Juta Hektare kepada Rakyat
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyatakan, akan memberi tanah gratis seluas 4 juta hektare kepada rakyat yang membutuhkan. Pemberian ini masuk ke dalam program reformasi agraria.
"Jadi program reformasi agraria kita lakukan dengan harapan kita berikan sedikit tanah kepada rakyat yang membutuhkan paling sedikit 4 juta hektare," ujar Menteri ATR Sofyan Djalil di Jakarta, Selasa (16/8/2016).
Sofyan menjelaskan, reformasi agraria tersebut merupakan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya dengan menyediakan tanah untuk publik.
"Presiden mengharapkan adanya reformasi agraria. Bagaimana memberikan tanah kepada rakyat yang membutuhkan," katanya.
Alasan adanya reformasi agraria, tambah dia, karena saat ini banyak perusahaan yang memiliki tanah dalam jumlah besar. Sehingga menyulitkan masyarakat umum untuk memiliki tanah.
"Karena sekarang ini penguasaan tanah tidak adil. Banyak orang menguasai tanah begitu luas sampai dengan jutaan hektar seperti perusahaan tapi juga banyak masyarakat kita yang tidak punya tanah," pungkasnya.
"Jadi program reformasi agraria kita lakukan dengan harapan kita berikan sedikit tanah kepada rakyat yang membutuhkan paling sedikit 4 juta hektare," ujar Menteri ATR Sofyan Djalil di Jakarta, Selasa (16/8/2016).
Sofyan menjelaskan, reformasi agraria tersebut merupakan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya dengan menyediakan tanah untuk publik.
"Presiden mengharapkan adanya reformasi agraria. Bagaimana memberikan tanah kepada rakyat yang membutuhkan," katanya.
Alasan adanya reformasi agraria, tambah dia, karena saat ini banyak perusahaan yang memiliki tanah dalam jumlah besar. Sehingga menyulitkan masyarakat umum untuk memiliki tanah.
"Karena sekarang ini penguasaan tanah tidak adil. Banyak orang menguasai tanah begitu luas sampai dengan jutaan hektar seperti perusahaan tapi juga banyak masyarakat kita yang tidak punya tanah," pungkasnya.
(kri)