Granat Sayangkan Curhatan Freddy Budiman Dibuka Jelang Eksekusi

Kamis, 04 Agustus 2016 - 11:42 WIB
Granat Sayangkan Curhatan...
Granat Sayangkan Curhatan Freddy Budiman Dibuka Jelang Eksekusi
A A A
JAKARTA - Langkah Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar‎ menyebarkan testimoni tereksekusi mati kasus narkoba Freddy Budiman‎ dipertanyakan.

Sebab, Haris menyebarkan tulisan berjudul cerita busuk dari seorang bandit‎ itu menjelang detik-detik eksekusi terhadap Freddy Budiman dilaksanakan.

"Pertanyaan publik adalah, kalau memang itu diinformasikan kepada Haris sejak beberapa waktu lalu, mengapa dibukanya jelang detik-detik atau setelah eksekusi‎," kata pendiri Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat)‎ Henry Yosodiningrat‎ saat dihubungi wartawan, Kamis (4/8/2016).

Kemudian, kebenaran pengakuan Freddy Budiman seperti dituliskan Haris Azhar dianggap sulit dipercaya. "Orang yang bercerita adalah sosok Freddy Budiman, orang yang kita tahu sendiri tindak pidana yang dia lakukan," ucap Henry.

(Baca juga: Ini Alasan Kenapa Koordinator Kontras Dipolisikan)

"Bagaimana jahatnya dia, sehingga bagaimana dia juga sebagai pengguna sudah tingkat berat, itu bisa ngaco, halusinasi dan sebagainya," imbuh anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

‎Diketahui, Koordinator Kontras Haris Azhar dilaporkan ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan TNI atas tuduhan pencemaran nama baik.

Laporan itu setelah Haris Azhar menyebarkan tulisannya berjudul cerita busuk dari seorang bandit, testimoni tereksekusi mati kasus narkoba, Freddy Budiman.
(maf)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
3 Ruas Tol Fungsional...
3 Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis saat Mudik Lebaran 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved