Soal Vaksin Palsu, Ini Analisis IDAI

Selasa, 26 Juli 2016 - 19:58 WIB
Soal Vaksin Palsu, Ini...
Soal Vaksin Palsu, Ini Analisis IDAI
A A A
JAKARTA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDA) telah menganalisis berbagai hal menyangkut vaksin palsu. Analisis tersebut, salah satunya berasal dari laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Kami menganalisis berdasarkan hasil temuan BPOM, dari sekian isi (kandungan vaksin) ternyata tidak membahayakan, baik dalam jangka pendek maupun panjang," kata Sekretaris Umum IDAI Pripim Yanuarso di Kantor Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta usat, Selasa (26/7/2016).

Kendati demikian, dia menilai perlu adanya pemeriksaan terhadap bayi yang terpapar vaksin palsu. Pemeriksaan itu, kata dia, bertujuan untuk mengetahui apakah vaksin palsu berbahaya bagi kesehatan bayi.

Dia mengakui tim IDAI telah melakukan analisis mengenai vaksin palsu. Hasinya, katra dia, tidak ada kandungan berbahaya dalam vaksin tersebut. Meski demikian, dia mengakui perlunya vaksinasi ulang untuk menghindari sesuatu yang dikhawatirkan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita F Moeloek mengatakan, korban vaksin palsu sudah ditangani. Dia sudah mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi ulang anak yang kemungkinan terkena vaksin palsu.

"Sudah sudah, sejauh ini sudah berjalan. Kemenkes tentu mengetahui risikonya kepada masyarakat. Karena itu kita mewajibkan imunisasi ulang terhadap yang terpapar vaksi palsu," tutur Nila.

Sementara itu, Menteri Koordinator PMK Puan Maharani mengaku sudah membahas persoalan ini dengan BPOM. "Kemudian Badan POM pun sudah melakukan introspeksi dan evaluasi untuk memonitoring terhadap hal-hal yang diindikasi berkaitan dengan adanya vaksin palsu di wilayah-wilayah yang dianggap memang ditemukan vaksin indikasi peredaran dari vaksin palsu tersebut," tutur Puan.
()
Berita Terkait
Waspada, Kriminalitas...
Waspada, Kriminalitas Intai Pesepeda
Kriminalitas Jalanan...
Kriminalitas Jalanan Picu Ketakutan Masyarakat
Saatnya Deteksi Dini...
Saatnya Deteksi Dini Kriminalitas Remaja
Jangan Acuhkan Potensi...
Jangan Acuhkan Potensi Kasus Kriminalitas Jalanan
Waspada Penipuan, Kriminalitas...
Waspada Penipuan, Kriminalitas Digital Terus Mengintai
Pandemi Membuat Anomali...
Pandemi Membuat Anomali Kriminalitas Jelang Ramadan
Berita Terkini
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved