Pandemi Membuat Anomali Kriminalitas Jelang Ramadan

Senin, 20 April 2020 - 15:31 WIB
loading...
Pandemi Membuat Anomali...
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono. Foto:tribunnews
A A A
JAKARTA - Dalam hitungan hari ke depan, umat muslim sedunia akan memasuki Bulan Suci Ramadan 1441 H. Tidak seperti tahun –tahun sebelumnya, aktivitas masyarakat saat Ramadan tahun ini akan juah berbeda. Merebaknya pendemi virus Covid-19 di dunia, menyebabkan semua kegiatan yang melibatkan banyak orang pun dilarang. Seperti buka puasa bersama, shalat berjamah di masjid, menyelenggarakan bazar atau pasar sembako murah, termasuk juga mudik gratis. Pendek kata, banyak kegiatan yang biasanya ada di Bulan Puasa tidak bisa diselenggarakan saat ini.

Menjelang Bulan Puasa, lazimnya juga dibarengi dengan angka kriminalitas yang meningkat. Apakah itu kejahatan jalanan seperti jambret, penodongan dan tawuran, atau kejahatan yang kualitasnya lebih tinggi lagi, layaknya pencurian, perampokan hingga pembunuhan. Adanya pandemi Virus Corona membuat angka kriminalitas menjelang Puasa yang tadinya meningkat kini malah menurun.

Data yang disampaikan oleh Polri memperlihatkan pada minggu ke-15 (6 - 12 April) di tahun 2020 jumlah kejahatan menurun sebesar 4,32% dibandingkankan minggu sebelumnya. Dijelaskan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono, berdasarkan data statistik kejahatan di seluruh Indonesia memperlihatkan pada minggu ke-14 ada 3.567 kasus. Kemudian pada minggu ke-15 menjadi 3.413 kasus. Pada minggu sebelumnya Polri juga mencatat ada penurunan angka kejahatan di minggu ke-14 dibandingkan minggu sebelumnya, sebanyak 11,03%. Penurunan itu terjadi, karena pada minggu ke-13 terjadi sebanyak 4.197 kejahatan, sementara pada minggu ke-14 terjadi 3.567 kejahatan.

Data kriminalitas yang terjadi menjalang Bulan Ramadan tahun ini memang anomali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Faktanya, hampir di setiap tahun angka kriminlitas jelang Ramadan –Idul Fitri menunjukan tren yang meninggkat. Dari catataan Polri ada empat jenis kejahatan yang perlu diwaspadai jelang Ramadan- Idul Fitri, sebab cenderung meningkat. Pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), pencurian dengan kekerasan (Curas), serta pencurian dengan senjata api.

Mabes Polri mencatat jelang Ramadan 2019, khusus untuk Curat Pada periode 1-15 Mei 2019, tercatat sebanyak 226 kasus Curat. Jumlah tersebut naik sebanyak 26 kasus jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, 15-30 April 2019. Lalu untuk kasus Curas, pada periode 1-15 Mei 2019 tercatat sebanyak 44 kasus. Jumlah itu mengalami kenaikan jika dibanding pada periode 15-30 April 2019 yang tercatat sebanyak 37 kasus.

Di tahun-tahun sebelumnya Polri juga mencatat saat jelang Ramadan hingga Idul Fitri merupakan waktu yang ditungu-tunggu oleh pelaku kejahatan untuk melancarkana aksinya. Pada 2013, misalnya, saat Idul Fitri jatuh pada 8 Agustus, tingkat kejahatan konvensional secara nasional tercatat ada 448 kasus dalam periode Juli-Agustus 2013. Jumlah aksi kriminalitas itu meningkat hampir lima kali lipat pada periode yang sama pada tahun berikutnya. Pada 2014, saat lebaran jatuh pada 28 Juli 2014, selama Juli tercatat ada 2.539 kejahatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penyidik Polri Datangi...
Penyidik Polri Datangi Gedung Pidsus Kejagung, Bawa Koper Besar
20 Perwira Perkuat Polda...
20 Perwira Perkuat Polda Metro usai Dimutasi Kapolri, Ini Namanya
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dialihkan dari Polri ke Kejaksaan, Kapuspenkum: Bentuk Kolaborasi
Bertemu Panglima TNI,...
Bertemu Panglima TNI, Kapolri Ungkap Ada yang Ingin Pecah Belah Sinergitas TNI-Polri
Benny Harman Demokrat...
Benny Harman Demokrat Minta DPR Pakai Hak Angket untuk Selesaikan Ketegangan Polri vs Kejagung
Menko Polkam Ajak Semua...
Menko Polkam Ajak Semua Penegak Hukum Kedepankan Kepentingan Bangsa: Tidak Perlu Ada Suasana Memanas
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
Rekomendasi
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
Microdrama China Time...
Microdrama China Time Traveling Terbaru di V+Short, Prince's Rules Broken?! Wajib Masuk Watchlist
Usulan Tambahan Anggaran...
Usulan Tambahan Anggaran Rp5,783 T untuk Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag Disetujui Kemenkeu
Berita Terkini
6 Kandidat Calon Ketua...
6 Kandidat Calon Ketua Umum PB SEMMI Periode 20262029 Resmi Ditetapkan
KAEF Siapkan Ekosistem...
KAEF Siapkan Ekosistem Terintegrasi, Perkuat Misi Indonesia Bebas TB pada 2030
Mendagri Ingatkan Kepala...
Mendagri Ingatkan Kepala Desa Jaga Integritas dan Kuasai Manajemen Pemerintahan
Presiden Prabowo Diundang...
Presiden Prabowo Diundang ke Teheran oleh Pemerintah Iran
Roy Suryo Klaim Tak...
Roy Suryo Klaim Tak Rusak Dokumen Ijazah Jokowi: Sampai Sekarang Masih Bisa Diakses Publik
LPSK Tolak Justice Collaborator...
LPSK Tolak Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG, Ini Alasannya
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved