Sembilan Calon Komisioner KPI Lolos Uji Kelayakan, Begini Harapan PKS

Rabu, 20 Juli 2016 - 10:01 WIB
Sembilan Calon Komisioner...
Sembilan Calon Komisioner KPI Lolos Uji Kelayakan, Begini Harapan PKS
A A A
JAKARTA - Sembilan calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah terpilih dalam pemungutan suara di Komisi I DPR, Selasa 19 Juli 2016 malam.

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengucapkan selamat dan menaruh harapan besar terhadap para komisioner terpilih untuk mengoptimalkan peran KPI.

"Selamat kepada para komisioner terpilih. Selamat bekerja dan berkarya untuk menghadirkan siaran informasi publik yang berkualitas dan mencerdaskan bangsa," kata Anggota Komisi I DPR itu usai rapat internal Komisi I di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 19 Juli 2016 malam.

Adapun sembilan komisioner KPI terpilih, yakni Nuning Rodiyah, Sudjarwanto Rahmat Muh Arifin, Yulindre Darwis, Ubaidilah, Dewi Setyarini, Obsatar Sinaga, Mayong Suryo Laksono, Hardly Stefano Fenelon Pariela, dan Agung Suprio. (Baca juga: DPR Akui Pansel Komisioner KPI Periode Ini Lebih Baik)

Mereka terpilih melalui pemungutan suara, setelah sebelumnya dinyatakan lolos uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test). Adapun kriteria Komisi I DPR dalam memilih sembilan nama itu adaah wawasan, kemampuan dan integritas.

Sembilan nama tersebut merupakan hasil pemilihan melalui proses pemungutan suara. Sebab, opsi ‎musyawarah mufakat sebelumnya tidak tercapai. Hasil pemungutan suara akan dibawa ke Komisi I DPR akan dibawa ke Rapat Paripurna Rabu 20 Juli hari ini.

Jazuli yakin para pada calon komisioner yang lolos fit and proper test adalah orang-orang terbaik dan memiliki kapasitas dan komitmen. "Kami tidak meragukan kapasitas dan komitmen sembilan komisioner terpilih. Hanya saja itu semua harus dibuktikan dalam kinerja kelembagaan KPI yang makin bermakna bagi dunia penyiaran publik," tuturnya.

Dia menegaskan Fraksi PKS memiliki tiga harapan terhadap 9 komisoner KPI baru. Pertama, KPI harus benar-benar dapat menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak, benar, dan berkualitas. Kedua, KPI harus ikut menghadirkan tatanan informasi nasional yang adil, merata, dan seimbang.

Ketiga, kata dia, KPI harus proaktif dan responsif dalam menyikapi pengaduan tentang penyelenggaraan dan isi siaran yang tidak sesuai misi siaran berkarakter dan mencerdaskan publik.

"Ingat, kehadiran KPI merupakan wakil negara (kuasi negara) untuk mewujudkan tatakelola penyiaran publik yang profesional dengan isi siaran yang sejalan dengan pencapaian tujuan nasional dan pembentukan karakter bangsa," tutur Jazuli.
(dam)
Berita Terkait
Asosiasi Penyiaran Tolak...
Asosiasi Penyiaran Tolak Tegas Upaya Perubahan P3SPS oleh KPI
Tolak Perubahan P3SPS...
Tolak Perubahan P3SPS oleh KPI, Asosiasi Penyiaran Desak Revisi UU 32/2002
MUI Rekomendasikan KPI...
MUI Rekomendasikan KPI Bina Lembaga Penyiaran yang Lakukan Pelanggaran Berulang
Ketua KPI: Literasi...
Ketua KPI: Literasi Media Jadikan Masyarakat di Perbatasan Dapat Hak Akses ke Berbagai Media
Kapolda Papua Barat...
Kapolda Papua Barat Ingatkan Pentingnya Eksistensi Budaya Lokal di Era Disrupsi
Dugaan Pelecehan Seksual...
Dugaan Pelecehan Seksual dan Perundungan, Ketua KPI: Belum Selesai Diperiksa
Berita Terkini
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved