ICMI: Teroris Tidak Percaya Tuhan, Hanya Percaya Diri Sendiri

Kamis, 07 Juli 2016 - 15:41 WIB
ICMI: Teroris Tidak...
ICMI: Teroris Tidak Percaya Tuhan, Hanya Percaya Diri Sendiri
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menyatakan pelaku teror adalah manusia yang tidak beragama dan tidak percaya keberadaan Tuhan.

"Masalah terorisme ini serius, jangan sampai terorisme dipersepsikan keliru. Terorist has no religion, terorist believe in no God, tidak percaya Tuhan, hanya percaya dirinya sendiri," ujar Jimly di sela acara open house di kediamannya di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (7/7/2016).

Jimly mengatakan, teror bom bunuh diri di tiga kota di Arab Saudi dan di Solo, Indonesia, adalah bentuk kesalahan seseorang memahami agama. Mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu menegaskan, agama apapun tidak membenarkan orang masuk surga dengan cara tidak halal, seperti melakukan aksi bunuh diri.

"Bunuh diri itu tidak halal. Kalau mau masuk surga mari bareng-bareng mengajak orang dengan cara baik. Surga di akhirat itu harus digapai dengan terlebih dulu menggapai surga dunia," kata Jimly.

Dia menekankan seseorang yang melakukan bunuh diri hanya akan masuk neraka. Pemahaman ini menurut dia, harus disebarkan kepada seluruh umat oleh para pemuka agama.

"Menurut saya pribadi pikiran mati syahid dengan bunuh diri itu hanya kesimpulan manusia. Bunuh diri tidak bisa membawa orang menjadi syahid, tapi hanya akan masuk neraka," tegas Jimly.

Jimly mengajak seluruh tokoh Islam mewaspadai terorisme, dengan cara mengingatkan dan mendidik jamaah masing-masing untuk tidak terjebak dalam tindak kekerasan.

Dia juga mengingatkan semua tokoh politik dunia untuk tidak lagi membenarkan cara kekerasan dalam menyikapi persoalan. Pasalnya, dia meyakini tragedi kemanusiaan yang telah terjadi hanya dilandasi motif politik belaka yang tidak berhubungan sama sekali dengan agama.

"Kita ingatkan tokoh-tokoh politik seluruh dunia jangan pernah lagi membenarkan tindak kekerasan yang memicu kekerasan lain. Misalnya Irak dibumihanguskan karena kesalahpahaman, akhirnya melebar menjadi konflik Sunni-Syiah. Teroris ini timbul karena efek berantai tindak kekerasan yang dilakukan suatu negara terhadap negara lain," jelas dia.
(kri)
Berita Terkait
6 Teror Bom di Indonesia...
6 Teror Bom di Indonesia Paling Menyita Perhatian Internasional
Belum Ada Motif Terorisme...
Belum Ada Motif Terorisme dalam Aksi Penyanderaan di Kelab Malam Belanda
Dua Aksi Teror dalam...
Dua Aksi Teror dalam Seminggu, Kosgoro 57: Ada Pergeseran Tren Pelaku
Dorong Pencegahan Terorisme,...
Dorong Pencegahan Terorisme, Alissa Wahid Ajak Berbagai Pihak Lebih Peka
NU Kutuk Keras Aksi...
NU Kutuk Keras Aksi Terorisme di Saat Jabar Dilanda Bencana Alam
Din Syamsuddin: Aksi...
Din Syamsuddin: Aksi Teror Bertentangan dengan Nilai Agama Mana Pun
Berita Terkini
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Infografis
Syarat Sah Hewan Kurban,...
Syarat Sah Hewan Kurban, Tidak Boleh Cacat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved