Menhan Pastikan Badan Intelijen Pertahanan Tak Tumpang Tindih

Selasa, 14 Juni 2016 - 00:44 WIB
Menhan Pastikan Badan...
Menhan Pastikan Badan Intelijen Pertahanan Tak Tumpang Tindih
A A A
JAKARTA - Keberadaan Badan Intelijen Pertahanan (BIP) diyakini tak akan tumpang tindih dengan kewenangan Badan Intelijen Negara (BIN) maupun Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu yakin demikian karena intelijen Kementerian Pertahanan di negara lain pun tak tumpang tindih dengan badan intelijen yang ada.

"Oh enggak (tumpang tindih), di negara besar intelijen luar negeri, intel dalam negeri, intelijen pertahanan, intel hukum, intel luar negeri itu CIA, tumpang tindih apa," kata Ryamizard di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2016).

Menurut Ryamizard, ‎kementeriaannya perlu memiliki badan intelijen. "Kamu lihat, belajar keliling dunia, tanya ada intelijen Kemenhan enggak? Pasti ada, cuma di sini enggak ada, kan lucu," tuturnya.

Dia mengaku sudah memiliki gambaran bagaimana Badan Intelijen Pertahanan nantinya tak akan tumpang tindih dengan badan intelijen yang sudah ada.

‎"Negara yang Menhannya enggak punya intel itu di sini (Indonesia), itu lucu," ucapnya.

Dia berpendapat, pembentukan Badan Intelijen Pertahanan itu merupakan kebutuhan mendesak bagi kementeriannya.

"Batalion saja punya intel. Ini Menhan, se-Indonesia, masak enggak punya. Kalau orang-orang ngomong (enggak perlu dibentuk), dia itu enggak mengerti," ucapnya.‎

Menurutnya, jumlah personel di dalam Badan Intelijen Pertahanan itu tak perlu banyak, yang terpenting bisa efektif dan dapat ditempatkan di daerah-daerah yang rahasia.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR Supiadin Saputra mengingatkan pembentukan Badan Intelijen Pertahanan tidak menyimpang dari fungsi dan tugas Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Misalnya, kata dia, dalam praktiknya tugas BIN tidak boleh diambil BIP.

"Harus sejalan dan saling mendukung," ujar Supiadin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2016).
(zik)
Berita Terkait
Informasi Intelijen...
Informasi Intelijen Diminta Cepat, Jokowi: Jangan Sudah Kejadian Baru Dikasih Tahu
TB Hasanuddin Tegaskan...
TB Hasanuddin Tegaskan BIN Koordinator Intelijen Bukan Kemhan
India Buka Peluang Ekspor...
India Buka Peluang Ekspor Pertahanan ke Indonesia
Ancaman Siber Kian Canggih,...
Ancaman Siber Kian Canggih, ITSEC Cyber Academy Siapkan Tentara Digital untuk Kemhan Senilai Rp960 Miliar
Menhan Prabowo: Pertahanan...
Menhan Prabowo: Pertahanan Teritorial Tulang Punggung Indonesia
Daftar Negara Asia Tenggara...
Daftar Negara Asia Tenggara yang Jadi Koridor Udara Militer AS, Indonesia Kini Jadi Sorotan
Berita Terkini
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Kortas Tipikor Tetapkan...
Kortas Tipikor Tetapkan Eks Dirut PTPN XI Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pabrik Gula Assembagoes
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved