Informasi Intelijen Diminta Cepat, Jokowi: Jangan Sudah Kejadian Baru Dikasih Tahu
Kamis, 19 Januari 2023 - 04:04 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk cepat mengorkestrasi informasi intelijen pertahanan dan keamanan. Foto/Dok/Biro Pers Istana
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk cepat mengorkestrasi informasi intelijen pertahanan dan keamanan. Menurut Jokowi, informasi intelijen kunci untuk menentukan langkah preventif di tengah instabilitas global. Sehingga, perlu adanya kurasi akurat dari Kemhan.
"Saya minta Kementerian Pertahanan harus bisa menjadi orkestrator, bisa mengorkestrasi dari informasi-informasi intelijen pertahanan dan keamanan yang kita punya di mana-mana," ujar Joko Widodo di Rapat Pimpinan (Rapim) Kemhan, Rabu (18/1/2023).
Lebih lanjut Jokowi menuturkan, banyak sumber informasi intelejen bagi Indonesia. Seperti TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), juga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
"Ini harus diorkestrasi agar menjadi sebuah informasi yang satu sehingga kita memutuskan policy, memutuskan kebijakan itu betul, paling tidak mendekati benar. Jadi langkah kerja memang harus preventif," paparnya.
Baca juga: Kesaksian Hendropriyono: Intelijen Barat Enggak Ada Kelebihannya
"Saya minta Kementerian Pertahanan harus bisa menjadi orkestrator, bisa mengorkestrasi dari informasi-informasi intelijen pertahanan dan keamanan yang kita punya di mana-mana," ujar Joko Widodo di Rapat Pimpinan (Rapim) Kemhan, Rabu (18/1/2023).
Lebih lanjut Jokowi menuturkan, banyak sumber informasi intelejen bagi Indonesia. Seperti TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), juga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
"Ini harus diorkestrasi agar menjadi sebuah informasi yang satu sehingga kita memutuskan policy, memutuskan kebijakan itu betul, paling tidak mendekati benar. Jadi langkah kerja memang harus preventif," paparnya.
Baca juga: Kesaksian Hendropriyono: Intelijen Barat Enggak Ada Kelebihannya
Lihat Juga :