Meski Telah Dipecat dari MA, KPK Tetap Buru Keberadaan Royani
Senin, 30 Mei 2016 - 16:24 WIB
Meski Telah Dipecat dari MA, KPK Tetap Buru Keberadaan Royani
A
A
A
JAKARTA - Sopir Sekretaris Jenderal (Sekjen) Mahkamah Agung (MA) Nurhadi bernama Royani telah dipecat dari Mahkamah Agung (MA). Dia dipecat karena tak masuk kerja selama lebih dari satu bulan.
Juru Bicara MA Suhadi mengatakan, surat pemecatan Royani sudah dikeluarkan sejak Jumat 27 Mei 2016. "Sudah dipecat per 27 Mei karena sudah 42 hari tak masuk kantor," ujar Suhadi saat dikonfirmasi, Senin (30/5/2016).
Suhadi menjelaskan, Royani merupakan sopir di MA yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Meski disebut-sebut dekat dengan Nurhadi, Royani bukanlah supir pribadinya.
Lanjut Suhadi, tidak ada keterangan dari Royani saat tidak masuk kerja selama 42 hari. "Jadi tak ada surat, tak ada keterangan sakit, ataupun keterangan lainnya. Dia tak masuk kantor tanpa alasan yang sah," imbuh Suhadi.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan penyidik akan terus mencari keberadaan Royani. Keterangan Royani, kata Agus, dibutuhkan untuk membongkar teka-teki di balik suap penanganan perkara di PN Jakarta Pusat.
"Akan kita usahakan. Mudah-mudahan. Banyak data yang ditemukan anak-ank ya (penyidik). Royani penting, tapi mudah-mudahan ada jalan lain lah. Kita akan tetap berusaha menemukan Royani," kata Agus.
Juru Bicara MA Suhadi mengatakan, surat pemecatan Royani sudah dikeluarkan sejak Jumat 27 Mei 2016. "Sudah dipecat per 27 Mei karena sudah 42 hari tak masuk kantor," ujar Suhadi saat dikonfirmasi, Senin (30/5/2016).
Suhadi menjelaskan, Royani merupakan sopir di MA yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Meski disebut-sebut dekat dengan Nurhadi, Royani bukanlah supir pribadinya.
Lanjut Suhadi, tidak ada keterangan dari Royani saat tidak masuk kerja selama 42 hari. "Jadi tak ada surat, tak ada keterangan sakit, ataupun keterangan lainnya. Dia tak masuk kantor tanpa alasan yang sah," imbuh Suhadi.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan penyidik akan terus mencari keberadaan Royani. Keterangan Royani, kata Agus, dibutuhkan untuk membongkar teka-teki di balik suap penanganan perkara di PN Jakarta Pusat.
"Akan kita usahakan. Mudah-mudahan. Banyak data yang ditemukan anak-ank ya (penyidik). Royani penting, tapi mudah-mudahan ada jalan lain lah. Kita akan tetap berusaha menemukan Royani," kata Agus.
(kri)