Prihatin Konflik Antarumat, GP Ansor Gelar Global Unity Forum

Rabu, 11 Mei 2016 - 06:16 WIB
Prihatin Konflik Antarumat,...
Prihatin Konflik Antarumat, GP Ansor Gelar Global Unity Forum
A A A
JAKARTA - Berbagai bentuk kekerasan mengatasnamakan agama yang terjadi di berbagai belahan dunia menjadi keprihatinan Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) ini menginisiasi pertemuan organisasi kepemudaan dari seluruh dunia dalam Global Unity Forum (GUF) 2016.

“Kami yakin forum ini mampu menghasilkan pemahaman dan pijakan bersama sebagai manusia untuk menyelamatkan peradaban dunia dari tragedi kemanusiaan yang timbul karena kekerasan atas nama agama,” kata Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Selasa 10 Mei 2016 malam.

Yaqut menjelaskan saat ini berbagai kekerasan atas nama agama terjadi hampir di seluruh belahan dunia. Perang saudara di Suriah yang tak kunjung surut, ancaman bom bunuh diri di berbagai Negara Eropa, hingga konflik Israel-Palestina merupakan bukti jika agama masih dijadikan legitimasi untuk menyerang dan menyakiti sesama.

“Ironisnya kekerasan-kekerasan itu memicu Islamphobia di mana-mana. Islam seolah menjadi pesakitan karena sebagian besar pelaku kekerasan mengaku beragama islam,” ujarnya.

Dia mengatakan, GUF diharapkan mampu menjadi forum dialog antarpenganut agama untuk mencari solusi atas berbagai tindak kekerasan yang terjadi. Menurut dia, tindak kekerasan atas nama agama biasanya terjadi karena kekeliruan tafsir atas pesan-pesan agama.

“Agama semestinya membawa setiap penganutnya hidup damai di muka bumi. Kalau yang terjadi sebaliknya berarti ada yang bermasalah terhadap cara pandang dan tafsir atas pesan utama dari agama,” ujarnya.

Ketua Panitia GUP 2016 Abdul Aziz Wahid menjelaskan, forum ini akan melibatkan ulama, tokoh-tokoh lintas agama, dan kalangan aktivis pemuda lintas agama dari berbagai negara.

Pemuda dan pemuka agama, lanjutnya, berperan penting dalam mengejawantahkan nilai toleransi dan kerukunan dalam kebhinekaan agama serta budaya. “Kami berharap delegasi dari berbagai Negara dan agama ini mampu duduk setara dalam mencari solusi kekerasan atas nama agama,” katanya.

Aziz mengatakan, GUF 2016 akan menghadirkan pembicara dari GP Ansor, Indonesian Catholic Bishop Conference (KWI), perwakilan dari Kristen Koptik Mesir, perwakilan dari Myanmar dan perwakilan dari Rabbi Yahudi. Acara akan dilangsungkan selama sehari di Hotel Acasia Jakarta, Kamis 12 Mei 2016.

“GP Ansor mengajak semua pihak, terutama para pemuka agama, budayawan, dan organisasi kepemudaan lintas agama untuk menyerukan penghentian konflik atas nama agama di manapun guna menjaga marwah ajaran agama,” ujar Ketua Bidang Hubungan Internasional PP GP Ansor ini.
(dam)
Berita Terkait
PBNU: Tak Ada Konflik...
PBNU: Tak Ada Konflik yang Disebabkan Agama
Konflik Suriah Dampak...
Konflik Suriah Dampak Politik Lama Bukan Masalah Agama
Kemenag Rumuskan Lima...
Kemenag Rumuskan Lima Rekomendasi Pencegahan Konflik Berdimensi Agama
Bimas dan Majelis Keagamaan...
Bimas dan Majelis Keagamaan Buddha Satukan Langkah Petakan Potensi Konflik di Indonesia
Mereduksi Potensi Konflik,...
Mereduksi Potensi Konflik, Obrolan Lintas Agama Harus Sering Dilakukan
Forum R20 Berupaya Lindungi...
Forum R20 Berupaya Lindungi Masyarakat dari Kekerasan Konflik Agama
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved