Kirim Pasukan Terbaik, TNI Berangkatkan 800 Prajurit ke Sudan
Kamis, 24 Maret 2016 - 19:15 WIB
Kirim Pasukan Terbaik, TNI Berangkatkan 800 Prajurit ke Sudan
A
A
A
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberangkatkan 800 prajurit dari Satuan Tugas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-B/Unamid (United Nations Mission In Darfur) ke Darfur, Sudan.
Mereka akan bertugas sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian misi PBB. Seluruh pasukan perdamaian tersebut dipimpin oleh Komandan Satgas Letkol Inf Singgih Pambudi Arinto, yang sehari-hari menjabat sebagai Dandim 0907/Tarakan, Kodam VI/Mulawarman, Kalimantan Timur.
Gatot mengatakan, Batalyon Komposit Konga XXXV-B/Unamid merupakan misi Satgas TNI kedua yang dipersiapkan menjadi pasukan perdamaian PBB di Darfur-Sudan. Mereka akan bertugas selama satu tahun untuk menggantikan Satgas Yon Komposit Konga XXXV-A/Unamid yang sudah selesai masa tugasnya.
Adapun kendaraan taktis yang dilibatkan dalam mendukung kegiatan Satgas di Darfur, terdiri dari 24 Panser Anoa, 30 truk dan 34 Jeep.
"Satu saja kesalahan yang kamu buat akan mencoreng nama negara, mencoreng nama TNI dan mencoreng nama Angkatan,” kata Jenderal Gatot di Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (23/3/2016).
Menurut Panglima, Satgas Yon Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid akan melaksanakan mandat pemeliharaan perdamaian berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1769 tahun 2007.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Satgas Yon Komposit akan ditempatkan pada dua UN Camp, yaitu Markas Batalyon beserta Kompi Bantuan dan 3 Kompi Senapan yang berada di Supercamp Secwest Unamid di El Geneina dan 1 Kompi Senapan Berdiri Sendiri berada di Masteri Camp dengan jarak lebih kurang 70 km dari Supercamp El Geneina.
"Di pundak kirimu adalah Merah Putih yang selalu kamu lihat di manapun kamu bertugas, sikap dan tingkah lakumu membawa nama Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tentunya TNI," ucapnya.
Mantan Pangkostrad ini mengaku, penentuan pasukan yang berangkat untuk satuan tugas dipilih dari satuan-satuan yang berhasil dalam melaksanakan tugas operasi dan dilengkapi dengan prajurit pilihan, terbaik di angkatan masing-masing, sehingga Indonesia hanya mengirimkan satuan yang tergabung dari prajurit-prajurit pilihan yang terbaik.
“Kalian semua adalah prajurit-prajurit terbaik yang disiapkan, dilatih, dilengkapi dan diberi pengetahuan untuk melaksanakan tugas misi internasional PBB,” ucap Gatot.
Karenanya, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini meminta kepada seluruh komandan pasukan untuk selalu mengingatkan anggotanya yang terindikasi akan berbuat kesalahan.
Bahkan Panglima menginstruksikan agar prajurit yang melakukan kesalahan sekecil apapun harus dikembalikan sebelum dia melakukan kesalahan yang lebih besar, karena kesalahan yang besar berawal dari kesalahan kecil.
“Buatkan ketentuan protap, karena selama ini semua yang dikirimkan tidak ada yang tidak terbaik, pasti terbaik, di PBB pun terbaik,” tandasnya.
Mereka akan bertugas sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian misi PBB. Seluruh pasukan perdamaian tersebut dipimpin oleh Komandan Satgas Letkol Inf Singgih Pambudi Arinto, yang sehari-hari menjabat sebagai Dandim 0907/Tarakan, Kodam VI/Mulawarman, Kalimantan Timur.
Gatot mengatakan, Batalyon Komposit Konga XXXV-B/Unamid merupakan misi Satgas TNI kedua yang dipersiapkan menjadi pasukan perdamaian PBB di Darfur-Sudan. Mereka akan bertugas selama satu tahun untuk menggantikan Satgas Yon Komposit Konga XXXV-A/Unamid yang sudah selesai masa tugasnya.
Adapun kendaraan taktis yang dilibatkan dalam mendukung kegiatan Satgas di Darfur, terdiri dari 24 Panser Anoa, 30 truk dan 34 Jeep.
"Satu saja kesalahan yang kamu buat akan mencoreng nama negara, mencoreng nama TNI dan mencoreng nama Angkatan,” kata Jenderal Gatot di Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (23/3/2016).
Menurut Panglima, Satgas Yon Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid akan melaksanakan mandat pemeliharaan perdamaian berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1769 tahun 2007.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Satgas Yon Komposit akan ditempatkan pada dua UN Camp, yaitu Markas Batalyon beserta Kompi Bantuan dan 3 Kompi Senapan yang berada di Supercamp Secwest Unamid di El Geneina dan 1 Kompi Senapan Berdiri Sendiri berada di Masteri Camp dengan jarak lebih kurang 70 km dari Supercamp El Geneina.
"Di pundak kirimu adalah Merah Putih yang selalu kamu lihat di manapun kamu bertugas, sikap dan tingkah lakumu membawa nama Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tentunya TNI," ucapnya.
Mantan Pangkostrad ini mengaku, penentuan pasukan yang berangkat untuk satuan tugas dipilih dari satuan-satuan yang berhasil dalam melaksanakan tugas operasi dan dilengkapi dengan prajurit pilihan, terbaik di angkatan masing-masing, sehingga Indonesia hanya mengirimkan satuan yang tergabung dari prajurit-prajurit pilihan yang terbaik.
“Kalian semua adalah prajurit-prajurit terbaik yang disiapkan, dilatih, dilengkapi dan diberi pengetahuan untuk melaksanakan tugas misi internasional PBB,” ucap Gatot.
Karenanya, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini meminta kepada seluruh komandan pasukan untuk selalu mengingatkan anggotanya yang terindikasi akan berbuat kesalahan.
Bahkan Panglima menginstruksikan agar prajurit yang melakukan kesalahan sekecil apapun harus dikembalikan sebelum dia melakukan kesalahan yang lebih besar, karena kesalahan yang besar berawal dari kesalahan kecil.
“Buatkan ketentuan protap, karena selama ini semua yang dikirimkan tidak ada yang tidak terbaik, pasti terbaik, di PBB pun terbaik,” tandasnya.
(maf)