China Serobot Wilayah NKRI, Fahri Ingatkan JK Terkait Kedaulatan

Rabu, 23 Maret 2016 - 13:51 WIB
China Serobot Wilayah...
China Serobot Wilayah NKRI, Fahri Ingatkan JK Terkait Kedaulatan
A A A
JAKARTA - Kesediaan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla ‎(JK) melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin perusahaan negeri tirai bambu di Hainan, China, dikritik Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Pasalnya ‎aksi kapal penjaga pantai China di Laut Natuna belum lama ini telah melanggar kedaulatan Indonesia. Adapun pertemuan antara JK dengan sejumlah pemimpin perusahaan China itu membahas persoalan investasi di Indonesia.

Menurut Fahri, seharusnya JK tak perlu pergi ke negeri tirai bambu ‎saat ini, karena persoalan kapal penjaga pantai China itu.

Dia berpendapat, JK bisa ke negeri tirai bambu itu setelah China menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada Indonesia atas kejadian di Laut Natuna.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun mengingatkan JK bahwa kedaulatan Indonesia lebih penting daripada sekadar investasi.

"Uang soal lain, tapi kehormatan dan kedaulatan lebih utama. Kita punya harga diri dengan negara lain," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/3/2016).

Maka itu lanjut dia, persoalan aksi kapal penjaga pantai China di Laut Natuna harus diselesaikan terlebih dahulu.

‎"Jangan main pergi aja. Indonesia harus menggunakan kartu diplomatiknya dalam bersikap. Jangan kita yang seolah-olah butuh, biarkan China minta maaf dulu, jangan kita main pergi aja mentang-mentang kita perlu China," pungkasnya.

Diketahui, pada operasi akhir pekan lalu, KP Hiu 11 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan menangkap kapal pelaku penangkapan ikan ilegal asal China, KM Kway Fey 10078, di perairan Natuna, Sabtu 19 Maret 2016.

Proses penangkapan tersebut tidak berjalan mulus, karena sebuah kapal coast guard China secara sengaja menabrak KM Kway Fey 10078, Minggu 20 Maret 2016 dini hari ketika operasi penggiringan kapal nelayan ilegal dilakukan. Manuver berbahaya itu diduga untuk mempersulit KP Hiu 11 menahan awak KM Kway Fey 10078.
(maf)
Berita Terkait
Jualan Ikan Cupang Curian...
Jualan Ikan Cupang Curian Lewat Medsos, Pemuda Tulungagung Dibekuk Polisi
Polisi Gulung 3 Pencuri...
Polisi Gulung 3 Pencuri 297 Kg Ikan Cakalang
Terlibat Pencurian Ikan...
Terlibat Pencurian Ikan Ilegal, 24 Nelayan Vietnam Dideportasi
Curi Ikan dengan Trawl,...
Curi Ikan dengan Trawl, 3 Kapal Malaysia Diamankan
Edhy Prabowo Beberkan...
Edhy Prabowo Beberkan Modus-modus Kejahatan Pelaku Pencurian Ikan
Empat WNI Pakistan Terjerat...
Empat WNI Pakistan Terjerat Kasus Pencurian di Surabaya
Berita Terkini
PDIP: UU Polri Harus...
PDIP: UU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Pakai Rompi Oranye usai Ditetapkan Tersangka
Tiyo Ardianto Tolak...
Tiyo Ardianto Tolak Tawaran Bertemu Petinggi Lembaga Berbintang yang akan Berikan Apa pun yang Dia Mau
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
Kemenhut-YKAN Perkuat...
Kemenhut-YKAN Perkuat Transformasi Pengelolaan Hutan Berbasis Sains dan Data
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved