Sejumlah Faktor Menteri Agama Layak Kena Reshuffle

Jum'at, 08 Januari 2016 - 07:28 WIB
Sejumlah Faktor Menteri...
Sejumlah Faktor Menteri Agama Layak Kena Reshuffle
A A A
JAKARTA - Wacana reshuffle kabinet terus bergulir, baik dalam bentuk perpindahan posisi maupun dalam bentuk hilangnya nama beberapa orang dalam kabinet. Salah satu nama yang diwacanakan bakal hilang adalah nama Lukman Hakim Saifudin sebagai Menteri Agama.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid menilai, layak jika Lukman Hakim lengser dari jajaran Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sodik dengan rinci memberikan contoh masalah besar antara lain, perihal kerukunan umat beragama yang dirasakan sering meresahkan kaum mayoritas.

Kemudian pada masalah menengah yakni terkait pembentukan BPKH (Badan Pengelola keuangan Haji) yang terkesan ditunda-tunda, soal Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang pemilihan rektor yang meresahkan kaum akademisi dan menghancurkan budaya demokrasi di perguruan tinggi.

"Soal dana bantuan BOS, dana tunjangan guru yang sampai hari ini masih nunggak dan memperparah kondisi ekonomi para guru, soal bantuan sosial yang lambat diterima para calon penerima," jelas Sodik saat dikonfirmasi wartawan, kemarin.

"Soal haji yang selalu bermasalah, soal Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang pasif, soal BAZ yang tidak produktif, soal feodalisme aparat Kemenag terhadap mitra kerja kontraktor, supplier, KBIH, travel haji, umrah dan lain-lain," sambungnya.

Adapun masalah kecil, menurut Sodik antara lain adalah terkait ketidaksesuaian data dalam kertas kerja tim Kemenag yang sering terjadi dalam beberapa Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII, sehingga terpaksa beberapa kali diundur.

"Semua itu adalah tanggung jawab Lukman Hakim sebagai pemimpin dan manajer tertinggi Kemenag," ucap Sodik.

Dengan kinerja seperti itu maka menurut Sodik, sangat objektif jika presiden melakukan reshuffle terhadap Lukman. Hal itu dilakukan untuk menertibkan masalah keagamaan yang sering menjadi isu sensitif dalam kehidupan berbangsa bernegara.

"Terutama untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat beragama dalam berbagai aspek pelayanan keagamaan sangat mereka perlukan," pungkasnya.

Pilihan:

Ditinggal Koalisi, Gerindra Tak Masalah Sendirian di KMP
(maf)
Berita Terkait
Persepi Sebut Opini...
Persepi Sebut Opini Publik Tak Sepenuhnya Jadi Ukuran Kinerja Kementerian
Perombakan Kabinet Dinilai...
Perombakan Kabinet Dinilai Masih Menunjukkan Politik Transaksional
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Evaluasi Jajaran Kabinet...
Evaluasi Jajaran Kabinet Dinilai Penting demi Perbaikan Etos Kerja
Perbaiki Kinerja Kabinet,...
Perbaiki Kinerja Kabinet, Relawan Jokowi Dorong Reshuffle
Jokowi Jengkel Masih...
Jokowi Jengkel Masih Ada Kementerian yang Kinerjanya Biasa-biasa Saja
Berita Terkini
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas RI-India, Prabowo Dukung Pembangunan Pelabuhan di Andaman dan Nikobar
Menangkan Praperadilan...
Menangkan Praperadilan soal Penangkapan, Roy Suryo Kian Pede Jalani Sidang Praperadilan Kedua
Menhut Raja Antoni:...
Menhut Raja Antoni: Hutan Jadi New Engine of Green Growth, Pembangunan-Kelestarian Harus Berjalan Seiring
Hakim Kabulkan Sebagian...
Hakim Kabulkan Sebagian Gugatan Praperadilannya, Roy Suryo: Babak Baru Hukum Indonesia
Dari Sosialisme Islam...
Dari Sosialisme Islam menuju Negara Kesejahteraan: Agenda Kerakyatan SEMMI untuk Indonesia
Rencana Kejagung Jerat...
Rencana Kejagung Jerat Nadiem Makarim dengan TPPU Diapresiasi Pakar Hukum
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved