Jokowi Jengkel Masih Ada Kementerian yang Kinerjanya Biasa-biasa Saja

Rabu, 18 November 2020 - 13:58 WIB
loading...
Jokowi Jengkel Masih...
Presiden Joko Widodo merasa jengkel dengan kementerian dan lembaga yang berkinerjanya biasa-biasa saja. Padahal Jokowi menegaskan saat ini kondisi negara sedang darurat. Foto/dok Setpres
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali menyoroti masalah kecepatan pengadaan barang dan jasa di pemerintahan. Peringatan dini perlu diberikan kepada banyak kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (pemda) agar mempercepat pengadaan barang dan jasa.

“Karena banyak kementerian, banyak lembaga banyak pemerintah daerah yang masih bekerja dengan cara-cara lama. Rutinitas,” tutur pria yang biasa disapa Jokowi ini saat membuka Rakornas Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara virtual, Rabu (17/11/2020P.

Dia mengatakan dalam situasi krisis seperti ini banyak kementerian dan lembaga yang belum mengubah sistem kerjanya. “Dalam kondisi yang darurat seperti ini masih bekerja dalam chanel yang ordinary, biasa-biasa saja, normal-normal saja. Belum berganti ke channel yang extraordinary. Belum mengubah SOP (standard oprational procedure/SOP) dari normal ke SOP yang shortcut yang penuh dengan terobosan,” ungkapnya. (Baca juga: Kapolri Idham Azis Blak Blakan Alasan Mutasi Besar-Besaran di Tubuh Polri )

Pada Juni lalu, Jokowi juga sempat menegur para menteri dan kepala lembaga. Pasalnya dia masih melihat banyak jajarannya yang menganggap kondisi sekarang normal. Hal ini terlihat dari kinerja yang biasa-biasa saja.

“Saya lihat masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini Apa enggak punya perasaan suasana ini krisis,” tuturnya, Juni lalu. (Baca juga: Peringati Milad ke-108, Haedar Nashir: Muhammadiyah Bawa Kemajuan Bagi Umat)

Dia meminta agar setiap tindakan, keputusan maupun kebijakan didasarkan pada situasi krisis, Jangan hanya hal ini dianggap sebagai sebuah kenormalan biasa.“Jangan kebijakan yang biasa-biasa aja. Menganggap ini sebuah kenormalan. Apa-apaan ini?” katanya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Nasib Richard Lee Ditentukan...
Nasib Richard Lee Ditentukan 14 Juli, JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi
Warga Pertanyakan Perubahan...
Warga Pertanyakan Perubahan Aliran Kali Cikokol dan Luas Taman Potret
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Berita Terkini
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Pengadaan Gembok Lapas...
Pengadaan Gembok Lapas Rp92,5 M, Ditjenpas: Bukan Gembok Biasa dan Dirancang Khusus
PM India Akan ke Indonesia...
PM India Akan ke Indonesia Bertemu Prabowo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Pertahanan
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved